SAMPANG II Republiku.com — Harapan warga Sampang akan turunnya hujan mulai terjawab. Sehari setelah pelaksanaan Sholat Istisqa di Alun-Alun Trunojoyo, hujan dengan intensitas sedang mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kedungdung dan Karang Penang, Sabtu (24/10/2026).
Turunnya hujan tersebut disambut gembira masyarakat setelah beberapa bulan menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah desa mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Sehari sebelumnya, Jumat (23/10/2026), Bupati Sampang bersama Wakil Bupati, Forkopimda, ulama, dan masyarakat menggelar Sholat Istisqa di Alun-Alun Trunojoyo. Ibadah tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus mengajak masyarakat memperbanyak istighfar.
Dalam sambutannya, Bupati Sampang mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Kita datang merendahkan diri di hadapan Allah SWT, memohon hujan. Semoga ini menjadi pengingat untuk kita semua memperbanyak istighfar,” ujarnya.
Sehari berselang, hujan mulai membasahi sejumlah wilayah. Warga pun menyambutnya dengan rasa syukur karena diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan air bersih sekaligus menyegarkan kembali lahan pertanian.
“Alhamdulillah, Sampang diguyur hujan pasca-Sholat Istisqa,” ujar Salman Alfarisi, warga Desa Komis.
Sementara itu, Sudi, warga Desa Batuporo Barat, mengaku bersyukur atas turunnya hujan setelah kemarau panjang. Ia berharap hujan tersebut menjadi awal membaiknya kondisi sumber air dan pertanian masyarakat.
Meski demikian, warga berharap hujan terus turun secara merata agar dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Sampang dapat segera teratasi.


Tinggalkan Balasan