SAMPANG II Republiku.com, — Puncak kekecewaan warga Desa Blu’uran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Fasilitas kesehatan Pusat Pembantu (Pustu) Desa Blu’uran disegel warga pada Selasa (6/10/2026) malam.

Penyegelan dilakukan warga sebagai bentuk protes karena pelayanan kesehatan dinilai tidak berjalan. Warga mengeluh petugas Pustu kerap tidak berada di tempat saat dibutuhkan.

Aksi spontan itu dipicu insiden pada Selasa malam. Seorang warga yang mengalami kecelakaan dibawa ke Pustu Blu’uran untuk mendapat pertolongan pertama, namun Pustu dalam kondisi kosong tanpa petugas.

“Sekarang ada warga kecelakaan, dibawa ke Pustu tidak ada petugasnya. Warga kecewa akhirnya kompak segel,” ujar Inul, warga Blu’uran.

Warga menyebut Pustu Blu’uran dijaga oleh petugas bernama Hanif. Namun, menurut warga, Hanif jarang berada di lokasi.

Warga berharap Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang serta Kepala Puskesmas Karang Penang segera turun tangan mengevaluasi keberadaan petugas.

“Kami minta Kapus Karang Penang dan Dinkes Sampang tegas. Pustu ini dibangun untuk warga, jangan dibiarkan kosong,” tegas Inul.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Karang Penang, Diki, belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim Republiku.com belum ada jawaban, Kamis (8/10/2026).