Sampang II Republiku.com, — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang mengangkap terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata api (Senpi) dan dalam penyilidikan juga temukan beberapa alat hisap sabu di rumah pelaku.
Pelaku berinisial GF, warga Dsn. Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, itu tak berdaya saat digelandang ke Mapolres Sampang, Madura JawaTimur.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebuah proyektil peluru dan temukan beberapa set alat hisap sabu yang terbuat dari botol kaca minuman vitamin c1000 lengkap dengan sedotannya.
Kapolres Sampang AKBP Hartono melalui Kasi Humas AKP Eko Puji Waluyo membenarkan adanya penangkapan pelaku penganiyaan dengan menggunakan Senpi dan temukan alat hisap sabu tersebut.
” Saat petugas melakukan penggeledahan dan olah TKP di rumah pelaku GF, polisi juga temukan alat hisap sabu tersebut,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Republiku.com, Senin (8/6/2026).
Iya Mas benar, selain penganiyaan dengan menggunakan Senpi, saat ini polisi masih melakukan Lidik terkait keberadaan alat hisap sabu tersebut,” lanjutnya.
Seperti yang diketahui sebelumnya, telah ramai pemberitaan terjadi penembakan seorang warga Robatal, pada Sabtu 6 Juni 2026, malam sekitar pukul 17.30 wib. Korban bernama Ahmad Yulianto, warga Dsn. Ngur Bungur, Desa Tragih, Kecamatan Robatal Sampang.
Kronologi kejadian bermula saat terduga pelaku berinisial GF, memanggil korban bersama istri untuk datang ke rumah terduga pelaku di Dsn. Dagian, Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal Sampang.
Kemudian, GF menuduh korban melakukan pencurian sandal dan mesin (Sanyo) miliknya. Karena tidak terima atas tuduhan tersebut, terjadilah cek-cok adu mulut antara pelaku dan korban.
Kemudian terduga pelaku mengambil sebuah senjata api (Senpi) dan menembakkan ke atas sebanyak satu kali, lalu mengarahkannya ke arah korban dan mengenai tumit kaki sebelah kiri.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak dan segera dilarikan ke RSUD Sampang untuk mendapatkan perawatan medis.


Tinggalkan Balasan