SAMPANG II Republiku.com — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memperluas bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan ekstrem di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis (8/10/2026).
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Febrian Ihsan, mengatakan bantuan tersebut disiapkan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah menghadapi krisis air bersih.
“Bantuan ini memang tidak bisa menyelesaikan semuanya, tetapi paling tidak dapat meringankan beban pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan,” ujar Febrian.
SKK Migas dan KKKS menyiapkan sekitar 1 juta liter air bersih yang disalurkan secara bertahap. Volume bantuan tersebut berpotensi ditingkatkan hingga 1 juta liter lebih, menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ketua Forum Sampang Sehat (FSS), Siti Farida, mengatakan dukungan tersebut membuat cakupan distribusi diperluas dari lima menjadi tujuh kecamatan.
“Semula lima kecamatan, sekarang kami menambah jangkauan menjadi tujuh kecamatan,” kata Farida.
Lima wilayah sebelumnya meliputi Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Sreseh, dan Tambelangan. Kini, cakupan tersebut diperluas ke Banyuates dan Pangarengan.
Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan melalui hotline. Prioritas diberikan kepada wilayah yang belum menerima bantuan. Jika kuota masih tersedia, bantuan dapat kembali disalurkan ke wilayah yang sebelumnya telah menerima pasokan.
“Yang belum mendapatkan kami utamakan terlebih dahulu. Kalau kuota masih mencukupi, wilayah yang sebelumnya sudah mendapatkan juga berpeluang menerima kembali,” ujarnya.
Pada periode kedua, sasaran bantuan juga diperluas ke pondok pesantren, madrasah, sekolah, masjid, dan musala yang membutuhkan pasokan air bersih.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Achmad Mahfudz menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas, KKKS, dan seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem,” kata Mahfudz.
Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti sebagai bantuan darurat, tetapi dapat dikembangkan menjadi program jangka panjang yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sampang.
Febrian menambahkan, SKK Migas juga membuka pembahasan program jangka panjang bersama Pemerintah Kabupaten Sampang, mengingat persoalan kekeringan terjadi berulang setiap tahun.
“Ini memang jangka pendek. Untuk jangka panjang nanti kami coba melihat program apa yang bisa dilakukan dan diusulkan kepada masyarakat,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan