SAMPANG II Republiku.com — Majelis Dzikir Fida’ Qubro kembali menggelar pengajian dan dzikir rutin pada malam manis. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Fida’ Qubro merupakan amalan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 100.000 kali yang diniatkan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT dan pembebasan dari api neraka.
Seusai dzikir dan doa bersama, pendiri sekaligus pimpinan majelis, Abu Azmi, memberikan tausiah kepada para jamaah. Dalam kesempatan tersebut, ia mengisahkan sosok Syekh Hamid al-Laffaf, seorang ahli hikmah dan tokoh sufi yang dikenal melalui nasihat-nasihat bijaknya tentang pentingnya mengutamakan ketaatan kepada Allah.
Dalam pertemuan, Selasa (15/9/2026) malam, Abu Azmi menyampaikan empat pesan utama dari kisah tersebut.
Pertama, kecukupan bukan semata-mata dicari melalui banyaknya harta, melainkan ditemukan dalam sifat qana’ah, yakni merasa cukup atas pemberian Allah.
Kedua, ketenangan tidak selalu hadir dari timbunan harta benda. Justru, sedikitnya harta dapat membuat beban kehidupan lebih ringan dan hati lebih tenang.
Ketiga, kenikmatan tidak hanya berasal dari kesenangan duniawi, tetapi juga terletak pada kesehatan jasmani yang menjadi salah satu nikmat terbesar dalam kehidupan.
Keempat, ilmu tidak semata-mata lahir dari kenyamanan. Kesungguhan mencari ilmu dalam keadaan perut kenyang tetap saya menemukan ilmu itu berada di dalam keadaan perut lapar justru dapat menjadi jalan seseorang dalam memperoleh ilmu dan kebijaksanaan.
Melalui tausiah tersebut, Abu Azmi mengajak jamaah untuk tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai satu-satunya tujuan, melainkan menjadikannya sebagai sarana memperkuat ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kegiatan dzikir dan doa bersama tersebut dilaksanakan secara berkala setiap malam manis, disertai tausiah sebagai penguat nilai-nilai keagamaan dan muhasabah bagi para jamaah.


Tinggalkan Balasan