SURABAYA ll Republiku.com – Ratusan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (22/10/2026) sore. Aksi tersebut membuat arus lalu lintas menuju Gedung Grahadi ditutup sementara.
Akibat penutupan tersebut, kendaraan roda empat atau lebih dialihkan ke Jalan Simpang. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas, namun diarahkan menuju Jalan Taman Apsari, Surabaya.
Dalam aksinya, para mahasiswa yang mengenakan kaos hitam-hitam ini menuntut pemerintah untuk serius menangani karhutla di Kalimantan. Salah satu mahasiswi menyatakan keprihatinannya terhadap masyarakat Kalimantan yang harus berjibaku dengan asap, sementara penanganan dinilai belum maksimal.
“Mereka harus rela menghirup asap sementara penanganan tidak maksimal. Mereka harus tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya,” ungkapnya.
Untuk memperkuat tuntutan, para mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “all eyes on karhutla, cukup 2 tahun, Surabaya sadar, dan cukup dua tahun saja.” Satu per satu mahasiswa bergantian menyuarakan keresahan mereka melalui pengeras suara.


Tinggalkan Balasan