SURABAYA ll Republiku.com – Semburan air bertekanan tinggi yang sempat muncul di Jalan Dupak Rukun, sisi timur Tol Dupak–Banyuurip, Surabaya, dipastikan bukan merupakan luapan lumpur. Hasil asesmen tim gabungan memastikan luapan tersebut berasal dari kebocoran pipa air bersih milik PT Petrokimia Gresik.
Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya, Louis Andilun Gatu, menegaskan bahwa kebocoran tersebut tidak berasal dari jaringan pipa milik PDAM Surya Sembada.
“Kami sampaikan bahwa kebocoran tersebut bukan dari pipa kami, tapi pipa dari PT Petrokimia Gresik. Kami berhasil konfirmasi bahwa pipa tersebut pipa milik mereka,” ujarnya.
Oleh karena itu, tanggung jawab penanganan dan pekerjaan perbaikan sepenuhnya berada di pihak Petrokimia Gresik selaku pemilik pipa. Hal ini juga ditegaskan oleh pihak PDAM bahwa nantinya Petrokimia yang akan bertanggung jawab terhadap perbaikan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Tim Operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Arif Sunandar, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima Command Center 112 sekitar pukul 10.44 WIB. Petugas dari pos terdekat langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen di lokasi.
“Teman-teman di lokasi menyatakan bahwa ini bukan semburan lumpur. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, diketahui bahwa ini merupakan semburan air akibat pipa yang bocor,” kata Arif.
Ia menambahkan, semburan tersebut cukup besar karena pipa yang diduga mengalami kebocoran diperkirakan berdiameter sekitar satu meter. Meski demikian, penyebab pasti kebocoran hingga kini masih dalam pemeriksaan.
Tim gabungan yang terdiri atas Command Center 112, BPBD Kota Surabaya, DSDABM, serta Polsek Asemrowo langsung melakukan asesmen taktis setelah menerima laporan warga pada Selasa (13/10/2026). Dari informasi yang dihimpun, debit air yang keluar dari pipa berhasil ditekan hingga berangsur surut setelah penanganan bersama jajaran terkait, teknisi PDAM, dan Petrokimia Gresik.
Meski demikian, proses perbaikan masih dipercepat agar kondisi di sekitar lokasi kembali aman dan aktivitas lalu lintas tidak terganggu. Hingga informasi ini disusun, keterangan BPBD menyebut debit luapan telah berangsur surut, sementara proses perbaikan masih berlangsung.
Sebagai informasi, di sekitar lokasi kejadian diketahui sedang berlangsung pekerjaan penggalian untuk pembangunan storage atau tempat penampungan air. Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya menambah kapasitas penampungan air hujan sebagai salah satu strategi pengendalian banjir.


Tinggalkan Balasan