SAMPANG II Republiku.com — Keluhan masyarakat terkait dump truk bermuatan pasir dan batu (sirtu) yang melintas tanpa penutup terpal di wilayah perkotaan Sampang, Madura, Jawa Timur, langsung mendapat respons dari aparat kepolisian.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Turjawali Satlantas Polres Sampang bergerak melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan angkutan material yang ditemukan melanggar.

Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sulaiman melalui Kanit Turjawali Aipda Roy Hidayat mengatakan, pihaknya merespons laporan masyarakat dengan melakukan tindakan di lapangan.

Petugas menghentikan kendaraan yang kedapatan mengangkut sirtu tanpa penutup terpal. Selain memberikan teguran dan edukasi kepada sopir, polisi juga mengingatkan agar muatan ditutup dengan baik demi mencegah material berjatuhan atau beterbangan yang dapat membahayakan pengguna jalan.

“Setiap kendaraan yang ditemukan melanggar akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Roy kepada Republiku.com, Jumat (18/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup padat.

Sebelumnya, warga mengeluhkan sejumlah dump truk bermuatan sirtu yang melintas tanpa terpal dan dinilai membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Salah seorang pengendara, Fandi, mengaku melihat dump truk bermuatan sirtu melintas di Jalan Bahagia, Kelurahan Rongtengah, pada Kamis (17/9). Sehari kemudian, kendaraan serupa kembali terlihat di Jalan Raya Agung Suprapto, tepat di lampu merah depan Pos Lantas Barisan Sampang.

“Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan tindakan. Jalan ini digunakan masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua,” tegas Fandi.

Warga berharap pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan angkutan material terus dilakukan secara rutin, sehingga aktivitas pengangkutan sirtu tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Dengan respons cepat tersebut, masyarakat berharap keberadaan dump truk di wilayah perkotaan Sampang dapat lebih tertib dan tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.