SAMPANG II Republiku.com — LSM Garda Kawal Sampang (GKS) mendatangi Polres Sampang bersama orang tua Moh. Raihan Wijaya, korban dugaan pengeroyokan di Dusun Takong, Desa Aengsareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan perkembangan laporan polisi yang dilayangkan pada Jumat (2/10/2026) malam sekaligus meminta kepastian hukum atas kasus tersebut.
Raihan mengaku diserang sejumlah pemuda saat bermain di rumah seorang teman perempuannya. Menurutnya, para pemuda itu tiba-tiba menghampiri, membawanya keluar, lalu melakukan pengeroyokan.
“Saya tidak tahu penyebabnya. Tiba-tiba saya dibawa keluar dan dikeroyok, padahal saat itu ada orang tua dari teman perempuannya,” ungkap Raihan saat ditemui Republiku.com.
Sekretaris GKS, Abd. Azis, menilai penanganan kasus tersebut berjalan sangat lamban. Bahkan, menurutnya, pemanggilan saksi-saksi yang menjadi bagian dari proses penyelidikan belum dilakukan.
Azis mendesak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan memberikan kepastian hukum kepada korban. Ia juga mengingatkan agar penanganan perkara sejalan dengan arahan Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto yang meminta jajarannya merespons laporan maupun aduan masyarakat dengan cepat.
“Kami mendesak polisi segera mengusut kasus ini dan menangkap para terduga pelaku sesuai proses hukum,” tegas Azis.
Sementara itu, Kanit Idik I Pidum Satreskrim Polres Sampang, Ipda Andy, mengatakan penanganan kasus tersebut masih dalam tahap pemanggilan saksi-saksi.


Tinggalkan Balasan