JAKARTA,Republiku.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta yang diduga dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pengadaan tersebut dimenangkan oleh perusahaan Indoglobal Multi Karya.
Staf Investigasi ICW, Azhim Syah, menyoroti temuan ini lantaran terjadi di saat pemerintah tengah giat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, ICW juga menelusuri realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kemensetneg dan BNPB, namun tidak menemukan satu pun paket pengadaan yang tersedia.
Menurut Azhim, Kamis (20/8/2026),pembelian merpati ini menunjukkan adanya masalah serius dalam penentuan skala prioritas penggunaan anggaran negara. Terlebih, sejumlah wilayah di Indonesia masih bergulat dengan bencana besar, seperti banjir di NTT, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, serta pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera yang belum tuntas.
“Pengadaan ini kami nilai sebagai bagian perayaan HUT RI yang berlebihan, apalagi dilakukan di tengah kondisi keuangan negara yang sedang ditekan dan darurat bencana di berbagai daerah,” tegasnya.
Azhim menambahkan, persoalan utama bukanlah pada nilai Rp 305 juta semata, melainkan pada bagaimana anggaran negara dikelola tanpa mempertimbangkan urgensi dan kebutuhan rakyat. “Persoalannya bukan pada nominalnya, tetapi mencerminkan pengelolaan anggaran yang tidak berbasis prioritas,” cetusnya.
ICW menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan tetap penting, tetapi harus diselenggarakan secara proporsional dan tidak menghamburkan uang negara. “Terlalu banyak kebutuhan publik yang mendesak yang lebih membutuhkan keberpihakan anggaran,” pungkas Azhim.


Tinggalkan Balasan