SURABAYA,Republiku.com – Ratusan juru parkir (jukir) yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) menggelar aksi demonstrasi di Surabaya, Senin (31/8/2026). Aksi ini merupakan buntut dari diabaikannya surat permohonan mediasi yang sebelumnya mereka ajukan.

Perwakilan massa aksi akhirnya ditemui oleh Asisten I Pemerintah Kota Surabaya, Achmad Zaini, Kepala Bakesbang Tunjung Iswandaru, serta Kepala Dinas Perhubungan Trio Wahyu Bowo. Namun, pertemuan berlangsung alot karena para pengunjuk rasa bersikeras ingin menyampaikan keluhan secara langsung kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Ketua PJS, Izul Fiqri, mengungkapkan kekecewaannya karena orang nomor satu di Surabaya itu tak kunjung hadir di tengah-tengah mereka.

“Kami sangat terpaksa turun jalan karena surat audiens kami diabaikan begitu saja. Aspirasi kami ingin didengar langsung oleh Pak Wali,” ujar Izul seusai pertemuan.

Ia pun mengancam akan memperbesar aksi jika tuntutan mereka tak ditanggapi serius. “Jika hari ini Pak Wali tidak menemui, maka titik-titik parkir lain akan ikut bergabung menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Kebijakan pembayaran parkir yang membingungkan – Masyarakat diwajibkan membayar secara non-tunai, sementara juru parkir masih menyetor pendapatan ke Dinas Perhubungan dalam bentuk uang tunai.
2. Perubahan pembagian hasil – Juru parkir meminta pembagian hasil diubah dari semula 60% untuk pemerintah dan 40% untuk jukir, menjadi 70% untuk jukir dan 30% untuk pemerintah, seperti yang berlaku di Malang.
3. Ketepatan waktu penerimaan bagi hasil – Pembagian pendapatan sering kali baru diterima beberapa hari kemudian, padahal para jukir memiliki kebutuhan harian untuk menafkahi keluarga.
4. Perlindungan sosial dan jaminan kerja – Mereka meminta asuransi kehilangan barang serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, mengingat tingginya risiko dalam pekerjaan mereka.

Aksi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan perbaikan sistem dan perlindungan bagi juru parkir yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan parkir di Kota Surabaya.