PAMEKASAN II Republiku.com, — Aktivitas truk pengangkut material Galian C di jalur Teja–Jalmak, Kabupaten Pamekasan, kembali dikeluhkan warga. Setiap pagi, sejumlah truk disebut melintas dengan muatan yang tidak ditutup terpal hingga menimbulkan debu tebal dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Warga menilai kondisi tersebut bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara. Debu yang beterbangan disebut membuat pengguna jalan harus ekstra waspada saat melintas di jalur tersebut.
Seorang warga berinisial H mengaku resah dengan kondisi yang terjadi hampir setiap pagi. Menurutnya, selain persoalan debu, sejumlah truk pengangkut material Galian C juga disebut melaju dengan kecepatan tinggi dan terkesan tidak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
“ Kalau hanya diomongin lalu dilepaskan, kapan berhentinya? Setiap pagi kami menelan debu dan ketakutan ditabrak truk yang melaju kencang. Kami berharap ada tindakan nyata, bukan hanya imbauan,” ujar H, Sabtu (22/8/2026).
Warga menyebut petugas Satlantas Polres Pamekasan sebelumnya telah memberikan sosialisasi dan mengimbau para pengemudi agar menutup muatan menggunakan terpal. Namun, warga menilai pelanggaran serupa masih terjadi dan meminta agar pengawasan di lapangan ditingkatkan.
Menurut warga, imbauan akan lebih efektif apabila disertai dengan penindakan terhadap pengemudi yang terbukti melanggar ketentuan lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.
Mereka juga meminta patroli rutin dilakukan, khususnya pada pagi hari ketika aktivitas truk pengangkut material disebut cukup padat di jalur Teja–Jalmak.
Warga berharap pengemudi truk tidak mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain. Mereka menilai muatan yang tidak ditutup serta cara berkendara yang ugal-ugalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
“ Kami meminta polisi benar-benar turun dan melakukan pengawasan. Kalau memang ada yang melanggar, silakan ditindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat terus yang menjadi korban,” tegasnya.
Warga pun menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari penindakan terhadap truk tanpa terpal, patroli rutin di jalur Teja–Jalmak, hingga tindakan terhadap pengemudi yang berkendara secara ugal-ugalan.
Mereka berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Keselamatan pengguna jalan, menurut warga, tidak cukup dijaga dengan imbauan, tetapi juga membutuhkan pengawasan dan penegakan aturan secara konsisten.


Tinggalkan Balasan