PAMEKASAN —Republiku.com Direktur CV Jawara Internasional Djaya, Marsuto Alfianto, secara resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) kepada 537 buruh di Gudang 3 PT Jawara Internasional Jaya, pada Selasa (24/9/2026). Penyaluran ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, perwakilan Dinas Sosial, Bank Jatim, Kepala Desa Badung, serta tokoh masyarakat setempat.
Marsuto Alfianto menjelaskan, bantuan yang diterima para buruh merupakan bagian dari program BLT DBHCHT yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Ia menegaskan bahwa perusahaan selama ini senantiasa memenuhi seluruh kewajiban pembayaran cukai, pajak, PPN hasil tembakau, serta iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi seluruh pekerjanya.
“Yang didapat oleh para buruh pabrik hari ini itu adalah BLT DBHCHT murni dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau,” ujar Marsuto.
Setiap buruh menerima Rp600.000 pada tahap pertama, dari total bantuan sebesar Rp1.200.000 yang akan diberikan dalam dua tahap sesuai ketentuan pemerintah. Pencairan tahap pertama yang seharusnya masuk pada Februari–Maret baru terealisasi pada September ini dikarenakan penetapan APBD yang mundur. Sisa bantuan sebesar Rp600.000 dijadwalkan akan dicairkan kembali pada November–Desember mendatang.
Terkait kriteria penerima, Marsuto menegaskan tidak ada syarat mengenai lama bekerja. Yang menjadi syarat utama adalah buruh bekerja secara terus-menerus selama satu tahun tanpa putus, serta pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dilakukan oleh perusahaan.
“Yang penting kerja di CV Jawara dan kita bayarkan BPJS-nya. Banyak perusahaan sudah menebus pita cukai tapi tidak membayar BPJS, sehingga buruhnya tidak dapat BLT,” jelasnya.
Dari total lebih dari 700 buruh, sebanyak 537 orang tercatat menerima bantuan. Hal ini dikarenakan data penerima mengacu pada pendataan tahun 2025, sehingga pekerja baru yang masuk dalam tiga bulan terakhir belum tercantum dalam daftar. Marsuto berharap jumlah penerima ke depan dapat terus bertambah. Saat ini, jumlah buruh di Jawara meningkat sekitar 350 persen dari sebelumnya 177 orang menjadi 537 orang.
Selain penyaluran BLT, CV Jawara juga rutin menjalankan program sosial, termasuk pemberangkatan ibadah umrah secara gratis bagi penghafal Al-Qur’an dan tokoh masyarakat.
Ditegaskan pula, keberlangsungan usaha Jawara di tengah tekanan yang dirasakan sejumlah pengusaha rokok kecil tidak lepas dari kerjasama yang harmonis.
“Rahasianya sederhana kolaborasi antara pekerja dengan pengusaha berjalan dengan baik,” pungkas Marsuto.


Tinggalkan Balasan