Sampang II Republiku.com, — Kabar balita gizi buruk yang menimpa Asheeqa Al Farizi (1), anak dari pasangan Salman Al Farizi dan Nur Azizah, warga Dusun Gunungah, Desa Pengarengan, Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, Madura, mendapat perhatian serius dari Bupati H. Slamet Junaidi.
Pantauan wartawan, Selasa (14/7/2026) sore, suasana di Dusun Gunungah, Desa Pengarengan begitu haru. Warga berkerumun menyaksikan rombongan Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Pemerintah Daerah tiba di sebuah rumah sederhana. Di dalamnya, seorang bayi mungil terbaring lemah dalam ayunan sang Ibu.
Bayi itu tengah berjuang melawan sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter, ananda Asheeqa selain mengalami gangguan pencernaan bawaan lahir, Ia juga menderita penyakit prangkeas hati dan liver, sehingga tubuhnya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Akibatnya, kondisi gizi pun menurun drastis.
Kehadiran Bupati Sampang bersama Pemerintah Daerah selain memberikan semangat, menguatkan mental si penderita dan orang tua dalam melewati fase penyembuhan, mereka juga turut menyerahkan santunan berupa bahan pokok sembako dan juga uang tunai yang diterima langsung orang tua.
Bupati H. Slamet Junaidi mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun pihaknya berharap dapat sedikit membantu meringankan beban yang dialami orang tua balita. Bersama Pemerintah dan Stakeholder terkait, pihaknya akan terus mengawal supaya mendapatkan penanganan secara khusus untuk kesembuhan sang balita.
” Selain mengalami gizi buruk, ananda Asheeqa juga menderita penyakit prangkeas hati dan liver. Jadi harus mengkonsumsi susu balita yang khusus, harganya per kaleng Rp400 ribu, dan itupun habis dalam waktu 4 hari sekali,” kata Bupati, seusai kunjungannya.
Tentunya menjadi PR untuk kita bersama, selaku Pemerintah Daerah tidak bisa jalan sendiri, kami juga butuh dukungan dari Stakeholder terkait, dan seluruh elemen masyarakat harus benar-benar memperhatikan penderita gizi buruk.
Terkait penanganan penderita gizi buruk kali ini, pria yang akrab disapa Aba Idi itu berjanji akan terus mengawal untuk kesembuhannya. Ia akan ketat melakukan monitoring melalui Puskesmas setempat dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Penanganannya harus benar-benar khusus untuk kesembuhan sang balita gizi buruk, begitu juga masalah pembiayaan.
” Penanganannya harus digratiskan semua, Ya mungkin hanya biaya operasional saja. Ia juga akan memastikan, bukan hanya digratiskan saja, namun penanganan dan pengobatannya harus benar-benar diperhatikan secara khusus. Semoga Alloh SWT segera memberikan kesembuhan untuk ananda Asheeqa,” ujar Aba Idi.
Kepedulian pemerintah ini disambut baik oleh masyarakat setempat juga keluarga penderita. Ibu Balita, Nur Azizah mengucapkan terima kasih atas langkah cepat Bupati yang hadir langsung menjenguk anaknya. Kehadiran Bupati Slamet Junaidi dan Pemerintah Daerah memberi semangat bagi keluarga kami. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ucapnya penuh haru.
Perlu diketahui, setelah Bupati Sampang H. Slamet Junaidi berkunjung di rumah ananda Asheeqa, Bupati juga mengunjungi beberapa rumah warga /nenek yang tengah sakit juga tidak mampu di sekitar wilayah Desa Pengarengan.


Tinggalkan Balasan