SAMPANG II Republiku.com, — Sebagai upaya membuka ruang dialog publik dengan masyarakat terkait kualitas pelayanan kesehatan, RSUD dr Mohammad Zyn Sampang menggelar Kegiatan Forum Komunikasi Publik (FKP). Bertempat di aula besar rumah sakit, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan (FKP) sekaligus sebagai ajang silaturrahmi di bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen RSMZ Sampang, perwakilan pengguna layanan (pasien HD), Tokoh Masyarakat, Stakeholder, LSM dan Ormas, serta Media Massa.

Dr. Bhakti Setiyo Tunggal, selaku direktur RSMZ Sampang memberi sambutan sekaligus membuka acara pada kegiatan ini. Dalam sambutannya Dr. Bhakti mengatakan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah, harus terus berbenah diri terutama di dalam melakukan peningkatan mutu dan kualitas pelayanan.

Dalam kesempatannya, Dr. Bhakti menyampaikan bahwa kegiatan Forum Komunikasi Publik merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan transparansi serta memperbaiki mutu pelayanan kepada masyarakat.

“ Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat. Kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat terkait pelayanan yang ada, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya saat menyampaikan paparan di hadapan peserta forum.

Selain pemaparan dari pihak manajemen, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi dialog terbuka. Dalam sesi tersebut, sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui, mulai dari alur pelayanan pasien, waktu tunggu, hingga komunikasi antara tenaga kesehatan dengan keluarga pasien.

Beberapa peserta forum menilai kegiatan seperti ini penting dilakukan secara rutin agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pihak rumah sakit. Dengan adanya dialog terbuka, diharapkan persoalan pelayanan yang dirasakan masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara lebih cepat.

“ Kalau forum seperti ini dilakukan secara berkala, masyarakat bisa menyampaikan keluhan secara langsung, sehingga rumah sakit juga bisa segera melakukan perbaikan,” ungkap salah satu peserta forum.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak RSMZ menyatakan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi administrasi, fasilitas, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.

Manajemen rumah sakit juga menegaskan bahwa keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan digelarnya Forum Komunikasi Publik ini, diharapkan hubungan antara rumah sakit dan masyarakat semakin terbuka serta mampu mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang.