SAMPANG II Republiku.com, — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar III, Yayasan Rizki Haqiqi, memberikan respon cepat atas keluhan sebagian orang tua siswa penerima manfaat menilai menu yang disajikan kurang layak sehingga anak-anak enggan untuk memakannya.
Menanggapi hal itu, Owner /Mitra SPPG Banyuanyar III, Yayasan Rizki Haqiqi, dr. R. Hendry Ariyanto, menyampaikan maaf dan mengucapkan terima kasih atas perhatiannya masyarakat perihal adanya pemberitaan tersebut.
” Kami selaku pihak penyedia makan bergizi gratis (MBG), bahwa selama ini sudah bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan juknis dan instruksi dari bapak Presiden Prabowo Subianto. Untuk menu setiap harinya sudah cukup sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan,” tegas Hendry, saat ditemui reporter Republiku.com, Rabu (28/1/2026).
Hendry menjelaskan, berdasarkan juknis yang ada, bahwa penyajian MBG harus memperhatikan kecukupan gizi yang menjadi prioritas untuk mengentas adanya stunting terhadap penerima manfaat /siswa-siswi tersebut.
” SPPG Banyuanyar III senantiasa selalu memprioritaskan kehigienisan dan gizi /kalori yang cukup untuk anak si penerima manfaat, agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.” Ujarnya.
Mengenai rasa, itu sudah menjadi hal yang lumrah ya Mas, ada yang cocok dan ada juga yang tidak cocok. Jadi kalau masalah rasa tidak bisa dipermasalahkan, karena yang terpenting bagi kami sudah menyajikan MBG sesuai dengan standar kelayakan dan ketentuan dari BGN.
Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan pembenahan dan akan gencar melakukan evaluasi. Ke depan SPPG akan fokus pada penguatan sosialisasi kepada pihak-pihak sekolah maupun orang tua murid, agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa,” pungkasnya.
Untuk itu, pihaknya berharap peran dari guru maupun orang tua anak penerima manfaat bisa membantu mengedukasi bahwa makanan bergizi sangat penting bagi anak-anak.
” Karena makanan yang mempunyai nilai gizi baik biasanya rentan digemari oleh anak-anak. Tugas kita adalah membantu mereka memahami pentingnya makanan sehat dan membuat pilihan yang tepat untuk kesehatan mereka,” tandasnya.
Dengan memberikan edukasi tentang makanan bergizi, anak-anak dapat tumbuh sehat dan kuat, serta memiliki kebiasaan makan yang baik seumur hidup.” Imbuhnya.
Respon cepat pihak SPPG Banyuanyar III Yayasan Rizki Haqiqi ini buntut dari keluhan beberapa orang tua siswa penerima manfaat menilai menu makanan yang disajikan kurang layak sehingga anak-anak enggan untuk memakannya.
Buntut dari pernyataan beberapa orang tua siswa penerima manfaat di wilayah desa Panggung, menjelaskan bahwa menu MBG kurang menarik dan kurang layak sehingga tidak termakan oleh anak-anak /siswa.
Menjelaskan bahwa MBG di wilayah tersebut, hanya diambil buahnya saja. Sehingga nasi dan lauk pauknya terbuang sia-sia.


Tinggalkan Balasan