SAMPANG II republiku.com, — Sejumlah toko kios dan warung di pasar Marga Lela, Jln. Syamsul Arifin, Kelurahan Banyuanyar, Kec./ Kabupaten Sampang, Madura JawaTimur, akhir-akhir ini kerap kali menjadi sasaran maling membuat para pemilik kios /warung resah.

Maraknya pembobolan kios dan warung akhir-akhir ini membuktikan bahwa sistem keamanan di bawah kendali pengelola pasar saat ini gagal total. Alih-alih menjadi pusat ekonomi yang kondusif, pasar Marga Lela Sampang ini justru berubah menjadi surga bagi para kriminal.

Seperti yang terjadi pada Senin (4/5/2026) pagi, menjadi momen pahit bagi beberapa pengusaha kecil UMKM yang telah mengadu nasib dan mencari rezeki di pasar Marga Lela Sampang. Kiosnya menjadi sasaran empuk tamu tak diundang yang dengan leluasa menyapu bersih tabung gas elpiji 3 kilogram serta perabotan berharga milik pedagang.

Akibat insiden tersebut, salah seorang pemilik kios bernama (Ibu Pretty) harus menelan kerugian hingga ratusan ribu rupiah.

” Baru tahu kalau kios kami dimasuki maling setelah hendak mau membuka kios. Pintu kios terbuka dan barang seperti tabung gas elpiji 3 kilogram, mesin cup serta blender raip,” keluhnya kepada reporter Republiku.com.

Ironisnya, saat bertanya kepada yang bertanggung jawab atas keamanan pasar terkesan tidak mau tau, bahkan jawabannya sangat mengecewakan, (ya kalau mau barangnya aman dibawa pulang saja),” kata salah seorang keamanan yang sengaja ditirukan oleh sang pemilik kios.

Kritik tajam terus mengalir dari para pedagang yang merasa ditinggalkan sendiri menghadapi ancaman kriminalitas. Mereka bertanya-tanya, kemana perginya anggaran pengawasan dan retribusi yang dipungut dari pedagang?

Mereka mendesak agar sistem keamanan dirombak total, termasuk penambahan personel patroli malam dan pemasangan perangkat pengawas (CCTV) di titik-titik rawan.

” Pihak Kepolisian segera turun tangan mengusut tuntas sindikat pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram yang telah merajalela ini.” Ujar pedagang pasar Marga Lela.

Jika pengelola pasar tetap pasif dan abai, jangan salahkan pedagang jika nantinya mereka kehilangan kepercayaan terhadap manajemen pasar. Pasar Marga Lela butuh solusi nyata, bukan sekadar janji manis di atas kertas retribusi.

Hingga berita ini ditulis dan disiarkan, belum ada pernyataan resmi terkait pertanggungjawaban maupun langkah konkret untuk menjamin keamanan para pedagang pasar Marga Lela Sampang.