SAMPANG, Republiku.com, — Ribuan tenaga honorer euforia riang gembira setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sampang, Madura JawaTimur, pada Selasa (23/12/2025).

Namun terselip sebuah kesalahan karena adanya kesalahan input data SK oleh pihak panitia penyelenggara (Panselint) /Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang.

Hal tersebut telah membuat kegaduhan dan rasa penuh kekecewaan dalam acara penyerahan SK yang dihadiri ribuan peserta lolos seleksi pengangkatan pegawai pemerintah pppk paruh waktu bersama dengan keluarga di alun-alun Trunojoyo Sampang.

Kepada reporter Republiku.com, Rabu (24/12/2025), sehari pasca penyerahan SK, salah seorang peserta berinisial W, menceritakan rasa penuh kekecewaan akibat adanya kelalaian dan kesalahan imput data SK tersebut.

” Ada beberapa kesalahan, seperti pada penginputan di kolom kelulusan sekolah SLTA/SMA Sederajat Tahun 2011, padahal bukan tahun kelulusannya,” ungkapnya kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penyerahan SK kemarin. Dinilai pihak panitia penyelenggara kurang mempersiapkan segala sarana dan prasarana dengan matang.

” Sebab, pada saat proses penyerahan SK tersebut banyak peserta yang tidak sadarkan diri (semaput) akibat berdesak-desakan, sehingga proses penyerahan SK diberhentikan, dan diintruksikan untuk mengambil ke dinas /instansi masing-masing,” keluhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsap kepala BPKSDM Kabupaten Sampang, Arif Lukman Hidayat membenarkan terkait adanya kelalaian /kesalahan penginputan pada tahun kelulusan.

” kejadian itu hanya kesalahan teknis saja Mas, namun, dari kejadian itu, pihaknya segera memastikan untuk merevisi dan berkas SK bisa diserahkan kembali kepada pihak peserta yang lolos,” tegasnya.

Disinggung mengenai kebenaran kurang kesiapan acara, Arif menjelaskan, bukan kurang siap Mas, namun saking banyaknya para peserta, sehingga pihaknya sulit untuk mangatur dan menertibkan antrian pada saat penyerahan SK.

” Padahal pihaknya sudah mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk sesi foto bersama pasca penyerahan SK. Namun akibat susah diatur para peserta, sehingga pihaknya memutuskan untuk memberhentikan proses penyerahan SK tersebut,” kata Arif.

Memang proses penyerahan SK kami hentikan kemarin, dan pihaknya menyerahkan kepada bagian staf TU dinas masing-masing, dan bisa diambil secara berkala. Hal itu dilakukan untuk menghindari kegaduhan dan menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi,” tambahnya.