SURABAYA ll Republiku.com – Puluhan tahun berselang setelah peristiwa bersejarah perobekan bendera di Hotel Yamato,kini Hotel Majapahit semangat Arek-Arek Suroboyo kembali berkobar di Jalan Tunjungan. Opera kolosal berjudul Merah Putih Bertanya sukses digelar dan disaksikan meriah di depan Hotel Majapahit pada Sabtu (26/9/2026). Pertunjukan ini menjadi pengingat akan peristiwa heroik 19 September 1945.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan panggilan untuk bersatu.

“Jadi hari ini maknanya warga Surabaya bersatu. Jangan hanya mengumandangkan Indonesia Raya pada waktu upacara, tapi selalu kibarkan bendera Merah Putih di dalam hati kita,” ujar Eri.

Ia menegaskan, semangat perjuangan para pahlawan belum selesai selama masih ada kesenjangan di kota ini. “Selagi masih ada kemiskinan, anak putus sekolah, hingga premanisme, maka perjuangan kita tidak boleh berhenti. Kita harus bisa menjaga kota ini untuk anak cucu kita. Karena itu saya yakin, anak-anak muda Kota Surabaya akan menjadi penerus yang luar biasa untuk menjaga Kota Surabaya ini. Seperti kata Bung Karno, ‘Warisi apinya, bukan abunya’,” tegasnya.

Pertunjukan ini melibatkan langsung pelajar SMP hingga SMA atau Generasi Z. Eri menjelaskan, keterlibatan mereka adalah kunci agar semangat kemerdekaan terus berlanjut.

“Surabaya ini ditentukan oleh Gen Z, apakah Surabaya ini bersatu atau terpecah, menjadi keluarga atau lawan, itu dari kekuatan anak-anak Gen Z. Karena itulah Gen Z dilibatkan agar mereka ingat dan sadar bahwa kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Surabaya, ada di tangan mereka,” pungkasnya.