SURABAYA ll Republiku.com – Aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda dalam kondisi mabuk terjadi di sebuah warung kopi (warkop) di sentra PKL Jalan HR Muhammad, Surabaya, pada Rabu (22/9/2026) dini hari. Peristiwa tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) warung.

Pemilik warung, Jali, menuturkan bahwa situasi saat itu awalnya tenang dan damai. Namun, suasana mendadak berubah menegangkan ketika sebuah sepeda motor Yamaha Mio J yang ditumpangi tiga orang tiba di lokasi.

Menurut Jali, ketiga orang tak dikenal itu langsung marah tanpa sebab yang jelas. “Mereka itu mabuk. Sebelumnya sudah lewat warung, lalu putar balik melawan arus dan berhenti di warung saya. Mereka bilang, ‘Kau yang maki saya ya’. Intinya mencari rusuh,” ujar Jali, Rabu (23/9/2026).

Jali menambahkan, salah satu pemuda tersebut bahkan sempat memegang lehernya. Meskipun seorang penjaga warung sempat menjelaskan bahwa tidak ada yang memaki mereka, ketiga pelaku tetap bersikeras merasa telah dimaki. Situasi semakin memanas ketika salah satu pelaku merobohkan meja yang di atasnya terdapat banyak gelas kopi.

Akibatnya, anak-anak yang sedang asyik minum kopi refleks terkejut dan berhamburan. Jali yang berusaha melerai justru menjadi sasaran. “Saya diserang tiga orang. Saya jatuh, dan dibantu oleh anak-anak,” ungkapnya.

Dalam perkelahian tersebut, Jali mengalami luka memar dan nyeri di beberapa bagian tubuhnya, sementara penjaga warung bernama Jaki menderita luka parut di area lengan kiri. Jali memastikan bahwa para pelaku dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. “Mabuk semua, tercium dari bau mulut dan matanya merah. Informasinya dari orang kecamatan, mereka tinggal di sekitar Tubanan. Mereka tidak pernah ngopi di sini,” jelasnya.

Jali menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat untuk melakukan serangan balik. Namun, ia merasa khawatir warungnya akan kembali diserang oleh kelompok pelaku. “Kami tidak ada mau menyerang balik, hanya takutnya pihak sana yang menyerang balik. Soalnya di sana juga ada yang luka. Tapi konteksnya kita membela diri,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, Rabu siang, Jali didampingi sejumlah pegawai Kecamatan Dukuh Pakis mendatangi Mapolsek Dukuh Pakis untuk menceritakan seluruh kronologi kejadian kepada petugas piket SPKT.

Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Masdawati Saragih, mengungkapkan bahwa keterangan dari Jali saat ini masih sulit dihimpun. Namun, pihaknya belum menerbitkan laporan polisi resmi karena berdasarkan hasil penyelidikan sementara, baik korban maupun pelaku sama-sama melakukan pemukulan.

“Bukan mereka datang, tadi kami ke sana dan orangnya kami suruh ke Polsek karena yang bersangkutan tidak ada. Jadi kami hanya berbincang. Tidak ada laporan, karena ternyata sama-sama mukul,” tutup Kapolsek.