SAMPANG II Republiku.com — Seusai pertemuan Majelis Dzikir Fida’ Qubro, Minggu (20/9/2026), Abu Azmi menyampaikan tausiah tentang bahaya terlalu mencintai dunia dan pentingnya menjaga hati dari penyakit hati seperti sifat iri, dengki, serta dendam.
Dalam tausiah yang dikutip dari ahli hikmah, Abu Azmi mengibaratkan dunia seperti air. Jika digunakan secukupnya, air memberikan manfaat dan menumbuhkan tanaman. Namun, jika berlebihan akan membahayakan. Demikian pula dengan dunia, kadar secukupnya akan memberi manfaat, sedangkan jika berlebih-lebihan akan membawa mudharrat (bahaya)
“Sesungguhnya Allah SWT menyerupakan dunia seperti air. Kalau air masuk ke dalam hati, maka hati akan tenggelam oleh dunia,” tutur Abu Azmi.
Untuk memperkuat pesannya, Abu Azmi menceritakan kisah Nabi Isa AS, yang membawa tiga potong roti dan seorang pengikutnya. Setelah masing-masing memakan satu potong, tersisa satu roti yang kemudian diam-diam dimakan oleh pengikut Nabi Isa AS.
Ketika ditanya, pengikut tersebut memilih berbohong. Berulang kali Nabi Isa AS menunjukkan mukjizat atas izin Allah SWT dan kembali menanyakan tentang roti itu, tetapi ia tetap menyangkal.
Hingga akhirnya Nabi Isa AS mengubah tanah atau kerikil menjadi tiga bongkah emas. Nabi Isa AS mengatakan, satu bagian untuk dirinya, satu bagian untuk pengikutnya, dan satu bagian untuk orang yang memakan roti tersebut.
Mendengar hal itu, pengikut Nabi Isa AS akhirnya mengakui bahwa dialah yang memakan roti. Namun, Nabi Isa AS kemudian meninggalkannya karena mengetahui sifat serakah dan kebohongan yang dilakukannya.
Dalam perjalanan, pengikut tersebut bertemu dua orang perampok. Mereka kemudian berebut emas dan sepakat membaginya. Akan tetapi, keserakahan kembali memunculkan tipu daya hingga ketiganya akhirnya tewas tanpa menikmati emas yang diperebutkan.
Menurut Abu Azmi, kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa kecintaan berlebihan terhadap dunia dapat mendorong seseorang kepada kebohongan, keserakahan, bahkan kehancuran.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak lalai terhadap kehidupan akhirat dan tidak meninggalkan salat.
“Jangan sampai kita lalai terhadap akhirat dan jangan pernah meninggalkan salat. Jaga hati dari sifat iri, dengki dan dendam,” pesan Abu Azmi.
Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan yang berlebihan terhadap dunia dapat menyeret manusia menjauh dari nilai-nilai agama dan berpotensi mengantarkan pada akhir kehidupan yang buruk atau su’ul khatimah.
Pesan utama yang disampaikan, menurut Abu Azmi, bukanlah meninggalkan dunia sepenuhnya, melainkan menempatkan dunia secara proporsional agar tidak menguasai hati dan melalaikan kewajiban kepada Allah SWT.


Tinggalkan Balasan