SAMPANG II Republiku.com — Kegiatan daul dug dug di Kecamatan Pengarengan, Kabupaten Sampang, menuai kekecewaan dari sebagian warga. Pasalnya, kegiatan tersebut berdampak pada penutupan akses Jalan Nasional sehingga warga mengalami kesulitan melintas.

Salah seorang warga, Fathorrahman, mengaku kecewa lantaran tidak dapat menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW yang lokasinya berada di sekitar area kegiatan.

Menurut Fathorrahman, dirinya telah menyampaikan kepada panitia bahwa tujuan melintas adalah untuk menghadiri acara Maulid Nabi, bukan acara santai ataupun pribadi.

Ia menyayangkan lantaran dirinya tetap diminta mencari jalur alternatif dan harus memutar melalui jalan pinggiran yang dinilai cukup jauh dari lokasi acara, padahal masih belum dimulai, karena tadi masih pukul 18.00 wib. Sedangkan acaranya dimulai pukul 20.00 wib.

“Saya sangat kecewa. Saya hendak menghadiri acara Maulid Nabi, bukan acara santai. Lokasinya juga hanya di sebelah kegiatan, tetapi saya tetap diminta memutar,” keluh Fathorrahman, Sabtu (12/9/2026).

Ia juga mempertanyakan penerapan akses bagi warga. Menurutnya, terdapat warga lain yang masih dapat melintas dari sisi tertentu, sementara dirinya justru diminta menggunakan jalur alternatif.

Fathorrahman berharap panitia kegiatan dapat mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekitar, terutama ketika kegiatan berlangsung di jalur yang menjadi akses utama warga.

Penutupan jalan nasional akibat kegiatan tersebut juga dinilai perlu menjadi perhatian, mengingat jalur tersebut merupakan akses publik yang digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan.

Republiku.com telah berupaya menghubungi salah satu panitia kegiatan, Dayat, untuk meminta klarifikasi terkait pengaturan akses dan penutupan jalan selama kegiatan berlangsung.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Camat Pengarengan, Junaidi, untuk memperoleh penjelasan mengenai kegiatan tersebut, termasuk pengaturan lalu lintas dan akses masyarakat.

Namun, hingga berita ini ditulis dan disiarkan, panitia Dayat maupun Camat Pengarengan Junaidi belum memberikan respons atas upaya konfirmasi tersebut.