PAMEKASAN — Republiku.com Suasana penuh kehangatan, syukur, dan sukacita yang mendalam menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Palenggaan bekerja sama dengan Barisan Relawan Bani Insan Peduli (BASHRA BIP). Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dirangkai dengan pembagian tali asih bagi anak yatim dan guru ngaji, dan dihadiri langsung oleh H. Ali Zainal Abidin, atau yang akrab disapa Bang Ali, bersama jajaran pengurus NU setempat serta ratusan jamaah yang hadir dari berbagai penjuru desa.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati kelahiran Rasulullah SAW ini tidak hanya diisi dengan lantunan shalawat, zikir, dan doa bersama, melainkan juga diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian sosial melalui pembagian tali asih yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak yatim serta para guru ngaji yang telah mendedikasikan waktunya untuk mendidik generasi penerus di Desa Palenggaan.

Namun momen yang paling menyentuh hati dan menjadi sorotan utama terjadi tepat sebelum pembagian bantuan dilaksanakan. Saat Bang Ali turun tangan untuk memeriksa langsung amplop-amplop yang akan diserahkan kepada para penerima, ia merasa isinya belum cukup untuk meringankan beban mereka. Tanpa berpikir panjang dan tanpa ragu sedikit pun, dengan tulus hati ia langsung menyatakan akan menambah dana sebesar Rp1.000.000 secara khusus untuk anak yatim dan guru ngaji, agar bantuan tersebut benar-benar bermanfaat, meringankan beban hidup mereka, dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun keperluan pendidikan.

Kemurahan hati dan semangat berbagi yang ditunjukkan Bang Ali ternyata tidak berhenti di situ saja. Setelah memastikan bantuan bagi anak yatim dan guru ngaji mencukupi, ia kembali memberikan kejutan yang membuat seluruh jamaah terharu. Kepada seluruh jamaah dan tamu undangan yang hadir di lokasi, tanpa terkecuali, ia memberikan bantuan sebesar Rp100.000 per orang sebagai bentuk berkah dan kebersamaan dalam memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW.

Suasana kebersamaan semakin terasa hidup dan meriah dengan kehadiran tiga grup musik daul yang turut diundang untuk menghibur seluruh tamu undangan. Lantunan syair dan shalawat yang mereka bawakan membuat suasana semakin khidmat, penuh sukacita, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga yang hadir.

Di hadapan ratusan jamaah, Bang Ali menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota NU Desa Palenggaan yang telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh jajaran NU Desa Palenggaan. Semoga kebersamaan, kekompakan, dan kebaikan yang kita bangun di sini senantiasa diridhoi oleh Allah SWT, dan semoga setiap rupiah yang kita bagikan menjadi amal jariyah yang pahalanya tak terputus hingga akhir hayat,” ujar Bang Ali dengan nada tulus dan rendah hati di hadapan seluruh hadirin.

Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi bukti nyata bahwa memperingati kelahiran Rasulullah SAW bukanlah hanya sekadar berkumpul, bersholawat, dan berdoa semata. Melainkan yang paling utama adalah meneladani sifat-sifat Beliau berbagi rezeki dengan sesama, menyayangi anak yatim, meringankan beban orang lain, dan menebarkan kebaikan kepada siapa saja yang hadir tanpa membeda-bedakan.

Semoga langkah baik ini menjadi inspirasi bagi kita semua, dan semoga setiap kebaikan yang ditorehkan hari ini senantiasa dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT.ujarnya