SAMPANG II Republiku.com — Secangkir kopi sederhana ternyata mampu menjadi ruang penuh makna bagi jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Di tengah rutinitas dan tantangan pekerjaan, kebersamaan menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Momen tersebut berlangsung santai di halaman depan Kantor Damkar Sampang, Sabtu (29/8/2026). Seluruh tim berkumpul sembari menikmati secangkir kopi dan makan malam bersama, sekaligus memanfaatkan suasana tersebut untuk melakukan evaluasi, berdiskusi, serta berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di lapangan maupun di kantor.
Kepala Damkar Kabupaten Sampang, H. Cocok Hadi Sutrisno, mengatakan bahwa evaluasi dan komunikasi internal menjadi hal penting dalam menjaga soliditas tim. Menurutnya, pengalaman yang terjadi di lapangan perlu dibagikan kepada seluruh anggota agar dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
“ Berkumpul seperti ini bukan sekadar ngopi. Kami berdiskusi, mengevaluasi pekerjaan dan saling berbagi pengalaman. Sambil ngopi dan makan malam bersama, kami bisa lebih santai dalam berkomunikasi. Apa yang terjadi di lapangan menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujar pria yang akrab disapa Aba Cocok.
Ia menegaskan, tugas Damkar bukan hanya persoalan memadamkan api. Lebih dari itu, petugas dituntut memiliki kecepatan, ketepatan, keberanian, serta kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan masyarakat dalam berbagai situasi darurat.
Karena itu, menurut Aba Cocok, kekompakan antaranggota harus terus dijaga. Dengan komunikasi yang baik, setiap petugas diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal.
“ Kami ingin seluruh anggota semakin kompak. Ketika ada laporan dari masyarakat, semua harus bergerak cepat dan saling mendukung. Kekompakan tim sangat menentukan keberhasilan di lapangan,” tegasnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, salah seorang anggota tim lapangan Damkar Sampang, Totok, mengungkapkan bahwa kegiatan sederhana seperti ngopi dan makan malam bersama memiliki arti tersendiri bagi para petugas. Selain mempererat hubungan antarpersonel, momen tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar cerita dan pengalaman.
“ Kalau kita berkumpul seperti ini, kita bisa saling cerita dan berbagi pengalaman. Apa yang dialami teman di lapangan bisa menjadi pelajaran bagi yang lain, sehingga ketika menghadapi kejadian serupa kita sudah tahu bagaimana harus bertindak,” kata Totok.
Ia menambahkan, pekerjaan sebagai petugas Damkar membutuhkan kebersamaan dan koordinasi yang kuat. Setiap penanganan kejadian tidak dapat dilakukan seorang diri, sehingga rasa saling percaya dan kekompakan menjadi modal penting ketika menghadapi situasi darurat.
“ Yang paling penting adalah kekompakan. Kami di lapangan harus saling percaya dan saling membantu. Ketika ada kejadian, yang kita pikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa segera mendapatkan pertolongan,” imbuhnya.
Di balik secangkir kopi, santap malam dan suasana penuh keakraban tersebut, tersimpan semangat besar untuk terus berbenah. Evaluasi dan komunikasi internal menjadi bagian dari upaya Damkar Sampang menjaga kesiapsiagaan, meningkatkan profesionalitas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan semangat “Pantang Pulang Sebelum Api Padam”, jajaran Damkar Sampang terus merawat kekompakan di dalam tim. Sebab, di balik setiap panggilan darurat, ada tanggung jawab besar untuk hadir, bergerak cepat dan memberikan pertolongan terbaik bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan