SAMPANG II Republiku.com — Sebuah rumah milik warga di Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, ludes terbakar pada Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran yang terjadi siang hari tersebut diduga kuat akibat korsleting listrik. Informasi mengenai kebakaran diterima Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang pada pukul 13.31 wib setelah warga melaporkan kejadian tersebut.
Mendapat laporan, petugas Damkar Sampang langsung bergerak menuju lokasi. Meski titik kebakaran berada cukup jauh, petugas tetap berupaya memberikan respons cepat untuk melakukan penanganan dan mencegah api semakin meluas.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.49 wib. Sebanyak empat armada dikerahkan dalam proses penanganan, dengan satu armada membawa suplai air. Pemadaman dilakukan oleh Pos Damkar Sampang bersama Tim 3.
Kepala Damkar Kabupaten Sampang, H. Cocok Hadi Sutrisno, mengatakan jarak lokasi yang cukup jauh tidak menjadi alasan bagi pihaknya untuk mengabaikan laporan masyarakat.
” Walaupun lokasi titik kebakaran sangat jauh, kami Damkar Sampang berusaha dan berupaya sampai tepat waktu setelah adanya informasi dari warga,” kata H. Cocok.
Menurutnya, kecepatan laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Begitu informasi diterima, personel langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.
” Yang terpenting ketika ada kejadian, masyarakat segera memberikan informasi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera datang dan melakukan penanganan,” ujarnya.
H. Cocok menambahkan, kejadian tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya, khususnya dalam meningkatkan jangkauan pelayanan pemadam kebakaran di wilayah Kabupaten Sampang.
” Ke depan, kami akan melakukan evaluasi bersama pimpinan untuk mengusulkan penambahan pos Damkar di titik-titik rawan yang lokasinya dinilai cukup jauh. Hal ini guna memberikan pelayanan yang lebih cepat, terukur dan maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan pos Damkar di sejumlah titik strategis dan rawan kebakaran diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh petugas ketika terjadi kebakaran. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi kerugian maupun meluasnya api dapat diminimalkan.
Petugas berhasil menyelesaikan proses penanganan sekitar pukul 14.28 wib. Setelah memastikan situasi di lokasi aman, personel dan armada kemudian kembali ke posko dan tiba sekitar pukul 16.28 wib.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik warga yang disebut bernama Ibu Bije atau Ibu Tani tersebut ludes terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, total kerugian material akibat kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Damkar Sampang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik guna mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.


Tinggalkan Balasan