SAMPANG II Republiku.com, — Nama Kabupaten Sampang kembali harum di panggung nasional. Dwi Surya Mastiko Aji, siswa SMAN 1 Sampang, sukses meraih Juara 1 Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional 2026 kategori teater monolog dan puisi yang digelar di Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2026).
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan besar bagi keluarga dan sekolah. Surya berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah bersaing dengan peserta jenjang SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan menuju podium juara tidak diraih dengan mudah. Surya terlebih dahulu mengikuti tahapan kompetisi mulai dari tingkat Kabupaten Sampang hingga Jawa Timur. Seluruh tahapan tersebut dijalani secara daring sebelum akhirnya melaju ke tingkat nasional.
Yang membuat perjuangan Surya semakin menarik, keikutsertaannya dalam kompetisi dilakukan secara mandiri. Tidak melalui program khusus sekolah, Surya berangkat dari kemauan pribadi untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus membuktikan bahwa pelajar daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya, Mohammad Amin dan Rini Astutik Andrianti. Keduanya mengaku bangga melihat putranya mampu membawa nama Sampang hingga ke tingkat nasional.
“ Sebagai orang tua tentunya kami merasa sangat bangga dan senang. Apa yang telah diraih Surya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Kami akan terus memberikan dukungan agar dia percaya diri dan bisa mengembangkan bakatnya,” ujar Amin kepada Republiku.com, Rabu (26/8/2026).
Namun, di balik rasa bangga tersebut, terselip harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Surya dan para pelajar Sampang lainnya yang telah menorehkan prestasi. Menurut Amin, anak-anak berprestasi membutuhkan dukungan agar potensi mereka tidak berhenti setelah meraih sebuah penghargaan.
“ Kami berharap pemerintah jangan menutup mata terhadap anak-anak yang berprestasi. Mereka sudah membawa nama baik Sampang. Bukan hanya Surya, tetapi semua anak Sampang yang punya prestasi juga perlu diperhatikan dan didukung,” tegas Amin.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pembinaan, fasilitas, kesempatan mengikuti kompetisi, penghargaan maupun ruang untuk mengembangkan bakat juga menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi pelajar.
Amin berharap keberhasilan Surya dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk semakin serius memperhatikan potensi generasi muda di Kabupaten Sampang. Sebab, menurutnya, banyak pelajar daerah yang memiliki kemampuan luar biasa, tetapi masih membutuhkan ruang dan dukungan untuk berkembang.
“ Anak-anak ini sudah berusaha membawa nama daerah. Jangan sampai mereka merasa berjuang sendiri. Kalau pemerintah ikut memberikan perhatian, tentu akan menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus berprestasi,” harapnya.
Senada, Rini Astutik Andrianti berharap perhatian tersebut tidak hanya diberikan kepada Surya. Ia ingin seluruh pelajar Sampang yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik mendapat dukungan yang layak.
“ Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada anak-anak yang berprestasi. Mereka adalah generasi penerus Sampang. Semoga ada pembinaan dan dukungan agar bakat mereka terus berkembang,” ungkap Rini.
Prestasi Surya akhirnya bukan hanya tentang sebuah piala Juara 1. Di balik penghargaan tersebut, tersimpan pesan dari keluarga agar keberhasilan anak daerah mendapatkan perhatian yang lebih serius.
Surya telah membuktikan bahwa pelajar Sampang mampu berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kini, harapannya sederhana: jangan sampai anak-anak yang telah mengharumkan nama Sampang justru merasa berjalan sendirian.


Tinggalkan Balasan