SURABAYA,Republiku.com – Kepolisian sektor Wonokromo menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jalan Jagir, Wonokromo, Surabaya. Penghentian ini dilakukan setelah terduga pelaku berinisial SA (24) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Jodi Satya, menyatakan bahwa kasus tersebut resmi ditutup. “Udah tutup (penyelidikan dan penyidikan),” ujarnya kepada wartawan, Rabu (19/8/2026). Ia menambahkan bahwa tiga orang saksi telah diperiksa, termasuk warga yang melihat kejadian dan pemilik kendaraan.
Meskipun terduga pelaku meninggal dalam kondisi luka berat akibat amukan massa, pihak kepolisian memastikan tidak membuka penyelidikan baru terkait dugaan tindak kekerasan oleh warga. “Untuk motor korban sudah dipinjam pakai. Dari pemilik motor kan mungkin (dipakai) ada kegiatan atau apa (sarana aktivitas),” jelas Jodi.
Peristiwa pencurian bermula pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, pemilik motor, Junaedi (50), sedang bekerja di dalam usaha mebelnya. Ia baru menyadari aksi pencurian setelah mendengar teriakan warga dan melihat pelaku sudah babak belur di sebelah timur lokasi.
Menurut Junaedi, motornya—Honda Beat—berhasil dibobol kunci setir, namun gagal dibawa kabur karena terhalang kunci gembok pada cakram. “Kemungkinan pas motor dinyalakan, malingnya ngegas lalu terjatuh. Soalnya motor saya kunci cakram,” jelasnya.
Warga setempat kemudian mengejar pelaku yang berusaha kabur menyeberang jalan menuju rekannya yang menunggu di atas motor lain. Namun, pelaku justru tertabrak mobil dan motor, lalu jatuh dan diamuk massa hingga babak belur. Aksi massa baru berhenti setelah polisi tiba di lokasi.
SA yang dalam kondisi tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 21.51 WIB malam hari itu juga. Jodi menyebutkan pelaku mengalami luka parah, baik internal maupun eksternal.
Junaedi sendiri mengaku sudah tiga kali menjadi korban pencurian di tempat yang sama. Pada 2017, motor Honda Beat miliknya raib dicuri di depan rumah. Kemudian, peralatan tukang juga pernah dicuri oleh dua pelaku. Kini, untuk ketiga kalinya, ia kembali kehilangan motornya—meskipun pelaku kali ini berhasil diamankan warga, namun gagal bertahan hidup.


Tinggalkan Balasan