SAMPANG II Republiku.com, — Kegiatan “Kumpul Bareng Wartawan dan LSM” yang sebelumnya dijadwalkan bersama Nurul Huda, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, berlangsung dengan baik dan penuh khidmat di Cafe RDK, Jalan Bahagia, Kelurahan Rontengah, Kota Sampang, Minggu (9/8/2026).

Meski Nurul Huda berhalangan hadir, kegiatan tetap berjalan dengan penuh keakraban. Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai wawasan kebangsaan, demokrasi, peran pers dan LSM, serta pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai “Demokrasi Tanpa Sekat” serta tema “Saat Seni dan Tradisi Merawat Toleransi.” Dua tema tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar memahami demokrasi secara terbuka sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.

Hadir sebagai narasumber, Moh. Miqdat Ilmi, MH, Dosen Universitas Trunojoyo Madura sekaligus mantan penyelenggara pemilu. Ia memberikan perspektif mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi serta perlunya membangun demokrasi yang inklusif dan bertanggung jawab.

Menurutnya, demokrasi bukan hanya berkaitan dengan momentum pemilu. Demokrasi juga menyangkut bagaimana masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan pendapat serta ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

“ Demokrasi harus memberikan ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi. Perbedaan pilihan maupun pandangan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa,” ujar Moh. Miqdat Ilmi.

Sementara itu, Moh. Ru’i Ariefin, S.Pd, Aktivis Demokrasi NETFID, menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, demokrasi tanpa sekat membutuhkan keterlibatan masyarakat sekaligus kesadaran untuk menghormati hak dan kebebasan orang lain.

“ Demokrasi tanpa sekat bukan berarti bebas tanpa batas. Kebebasan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, saling menghormati dan tetap menjaga persatuan,” kata Moh. Ru’i Ariefin.

Kegiatan berlangsung dengan baik dalam suasana santai dan penuh keakraban. Wartawan dan aktivis LSM yang hadir turut berdiskusi mengenai berbagai persoalan sosial, kebangsaan, demokrasi serta tantangan menjaga toleransi di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.

Meskipun politikus dari fraksi partai (PPP) yang akrab disapa Lora Huda itu tidak dapat hadir karena berhalangan, kegiatan tetap berjalan sesuai agenda. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang dialog yang berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman demokrasi dan wawasan kebangsaan.

Kegiatan ditutup dengan semangat bersama bahwa demokrasi membutuhkan ruang tanpa sekat, sementara seni dan tradisi dapat menjadi jembatan untuk merawat toleransi. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.