Sampang II Republiku.com, — Ketua DPP Ormas Gema Anak Indonesia Bersatu (Gaib) Perjuangan, Habib Yusuf Assegaf mendesak pihak PDAM segera menyelesaikan krisis air yang dialami pelanggan terdampak, warga Dusun Pasar Bukkol, Desa Beruh, Kec./Kabupaten Sampang, Madura JawaTimur.
Selain itu, PDAM Sampang didesak untuk menindak tegas apabila ditemukan oknum-oknum pelanggan nakal yang melakukan kecurangan (seperti menyalahi meteran atau pencurian air) yang merugikan pendapatan dan keadilan distribusi.
Desakan itu disampaikan menyusul adanya keluhan dari warga, yang mayoritas adalah emak-emak, telah mendatangi kantor PDAM Sampang, pada Selasa (21/7). Kedatangan mereka untuk memprotes layanan air bersih tidak pernah lancar selama bertahun-tahun, dan kali ini mengalami mati total dalam kurun waktu selama tiga bulan di desa setempat.
Habib Yusuf Assegaf menyampaikan, apabila benar-benar ditemukan adanya dugaan sabotase tersebut, maka pelakunya harus ditindak tegas, kalau perlu diproses secara hukum agar memberikan efek jera dan kejadian serupa tidak kembali terulang.
” Kalau memang ada dugaan sabotase terhadap jaringan pipa PDAM, Saya mendorong agar segera dilaporkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Jangan dibiarkan, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” ujar Habib Yusuf, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu akibat ulah oknum yang mengutamakan kepentingan pribadi.
Ia berharap proses hukum dapat menjadi pembelajaran sehingga tidak ada lagi pihak yang berani merusak fasilitas publik demi kepentingan tertentu.
Sebelumnya, Humas PDAM Sampang, Makruf, menjelaskan bahwa berdasarkan indikasi awal, pihaknya menemukan dugaan adanya sabotase pada jaringan distribusi air.
Menurutnya, terdapat dugaan pipa utama dipotong oleh oknum untuk mengalirkan air ke lahan pertanian tembakau, sehingga pasokan air menuju pelanggan terganggu.
” Indikasi awal dari kami adalah adanya dugaan sabotase. Ada dugaan pipa dipotong untuk pengairan tembakau, sehingga distribusi air ke pelanggan menjadi terganggu,” terang Makruf.
Meski demikian, PDAM masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti terganggunya distribusi air di wilayah terdampak.
Keluhan masyarakat memuncak setelah pasokan air bersih tidak mengalir selama hampir tiga bulan. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu, mulai dari kebutuhan memasak, mandi, hingga beribadah.
Bahkan, salah satu masjid di sekitar wilayah Sarbukol, Desa Beruh, juga disebut terdampak. Pengurus masjid mengaku harus mencari sumber air lain agar jamaah tetap dapat berwudu.
Aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan warga di kantor PDAM Sampang menjadi bentuk kekecewaan atas belum normalnya pelayanan air bersih.
Habib Yusuf menegaskan, apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya unsur kesengajaan dalam perusakan jaringan pipa, maka proses hukum harus dijalankan tanpa pandang bulu.
Menurutnya, infrastruktur milik pemerintah yang digunakan untuk kepentingan masyarakat tidak boleh dirusak oleh siapa pun.
” Kalau memang terbukti ada pelaku yang sengaja merusak jaringan PDAM, proses sesuai aturan yang berlaku. Harus ada efek jera agar pelayanan kepada masyarakat tidak lagi terganggu,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak jaringan distribusi air bersih.
Sementara itu, PDAM Sampang berharap masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga jaringan pipa dan segera melaporkan apabila menemukan dugaan pencurian atau perusakan fasilitas distribusi air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.


Tinggalkan Balasan