Sampang II Republiku.com, — Warga perumahan Permata Selong, tepatnya di Blok E, Kelurahan Gunung Sekar, Kec./Kabupaten Sampang, Madura, dibuat geger dengan merebaknya fenomena tuyul.

Informasi yang berhasil dihimpun, fenomena tersebut sudah mulai ramai diperbincangkan sejak beberapa tahun terakhir, karena banyak warga setempat yang mengaku kerap kali kehilangan uang.

Fenomena tuyul pun semakin membuat warga setempat mulai resah ketika beberapa orang yang mengalami kehilangan uang secara misterius. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga mengaku uang simpanan mereka raib tanpa jejak, bahkan hingga jutaan rupiah.

Salah satu warga, mengaku sudah beberapa kali kehilangan uang pecahan Rp 50ribu sampai dengan Rp 100ribu, dari dalam lemarinya.

” Saya sering kehilangan uang ratusan ribu rupiah, padahal tidak ada orang lain yang masuk ke kamar. Bahkan uang yang nantinya akan dipergunakan untuk biaya anak sekolah pun ikut hilang secara misterius,” ungkapnya.

Hal serupa juga dialami oleh warga berinisial S, Ia mengaku sering kehilangan uangnya secara misterius. Awalnya saya pernah curiga dengan anggota keluarga yang ada di rumahnya sendiri, namun sampai saat ini tidak bisa membuktikan fakta kebenarannya.

” Jika mengikuti dalam tradisi Jawa, tuyul emang dipercaya nyolong uang. Tapi secara logika, uang juga gak bisa jalan sendiri. Lebih baik kita cek kebenarannya dulu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ia mulai sering membangun komunikasi lebih terhadap keluarga dan anak-anaknya.

” Ia mulai memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kejujuran. Kejujuran itu lebih hebat daripada percaya dengan adanya mitos seperti keberadaan tuyul,” pungkasnya.

Menanggapi keresahan warga dan kebenarannya isu tersebut, Camat Sampang Aminullah meminta masyarakat tetap berpikir rasional dan tidak gegabah dalam menyimpulkan penyebab hilangnya uang.

Sehubungan dengan beredarnya keresahan masyarakat terkait sering hilanya uang dan dikaitkan dengan isu tuyul. Maka kami menghimbau kepada seluruh warga tetap tenang dan jaga kerukunan. Jangan mudah percaya dengan isu-isu yang tidak benar.

” Jangan mudah menuduh sesama warga, apalagi anggota keluarga sendiri. Menuduh tanpa bukti bisa merusak persaudaraan dan menimbulkan fitnah yang dilarang agama dan hukum,” tegasnya.

Camat Aminullah mengajak untuk kuatkan nilai keagamaan dan gotong royong. Tanamkan nilai keagamaan di lingkungan keluarga adalah sarat utama, seperti sering melakukan ngaji bersama keluarga dan sholat berjamaah setiap waktu.

” Perbanyak doa, sedekah, dan saling mengingatkan kebaikan. Jika butuh musyawarah, kami siap untuk melayani masyarakat 24 jam,” tandasnya.

Apabila butuh bimbingan spiritual, silahkan konsultasi dengan tokoh agama /ustadz setempat, bukan menyebar isu yang meresahkan.

” Kami yakin masyarakat Sampang kota adalah warga yang cerdas, rukun, dan saling menjaga. Mari kita selesaikan sebuah permasalahan bersama dengan menggunakan kepala dingin, bukan dengan prasangka,” imbuhnya.