PAMEKASAN —Republiku.com Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari seberapa cepat dan tepat suatu urusan terselesaikan. Lebih dari itu, pelayanan yang baik juga tercermin dari bagaimana masyarakat merasa dihargai, dilayani dengan tulus, dan merasa nyaman saat mengurus keperluannya. Semangat inilah yang kini diusung secara konsisten oleh Unit Pelayanan Samsat Pamekasan dalam upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin bermutu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Pamekasan, AKP Edi Sugiantoro, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya membangun pendekatan yang humanis dalam setiap proses pelayanan.
“Polisi hadir bukan sekadar melayani, tetapi juga mengayomi. Kehadiran kami di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan semangat melayani sepenuh hati,” ujar AKP Edi Sugiantoro saat memberikan keterangan pers di Samsat Pamekasan, Senin (12/10/2026).

Pendekatan humanis ini diwujudkan melalui sikap ramah, tutur kata yang santun, serta komunikasi yang terbuka dan transparan antara petugas dan masyarakat. Samsat Pamekasan berkomitmen menghadirkan suasana pelayanan yang bersahabat, tertib, dan nyaman. Setiap warga yang datang diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas, memahami alur pelayanan dengan mudah, serta merasa terbantu tanpa harus sungkan untuk bertanya maupun menyampaikan keluhan.
Pelayanan yang humanis juga dibangun melalui komunikasi dua arah yang berjalan baik, sikap saling menghormati, serta kepatuhan seluruh petugas terhadap prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. Samsat Pamekasan ingin hadir bukan sekadar sebagai tempat mengurus administrasi kendaraan bermotor, melainkan sebagai cerminan nyata dari kedekatan antara institusi Polri dan masyarakat yang dilayani.
Senada dengan hal tersebut, KRI Ipda Slamet Riyadi menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak hanya dilihat dari penyelesaian administrasi semata, tetapi juga dari kesan yang dirasakan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat tumbuh bukan hanya dari apa yang dikerjakan, tetapi juga dari bagaimana pelayanan itu diberikan. Senyum yang tulus, sapaan yang ramah, penjelasan yang mudah dipahami, dan kesediaan membantu adalah bagian kecil yang memiliki arti besar,” ungkap Ipda Slamet Riyadi.
Ke depan, Samsat Pamekasan berkomitmen untuk terus mengedepankan empat pilar utama pelayanan, yaitu profesional, transparan, akuntabel, dan humanis. Prinsip-prinsip ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Tujuannya sangat sederhana namun bermakna mendalam, agar setiap warga yang datang mengurus keperluannya tidak hanya pulang dengan urusan yang selesai, tetapi juga pulang dengan perasaan lega, dihargai, dan membawa kesan positif terhadap pelayanan publik di daerahnya.
Samsat Pamekasan Melayani dengan Hati, Mengayomi dengan Empati. Bersama Masyarakat untuk Indonesia yang Lebih Baik.Ujarnya


Tinggalkan Balasan