SAMPANG II Republiku.com — Kadinkes Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini belum merespons konfirmasi terkait dugaan kepala Puskesmas Robatal dan seorang bidan yang dibawa ke Polres Sampang setelah penggerebekan di ruang kerja.
Republiku.com telah berupaya menghubungi Kadinkes melalui pesan WhatsApp dan sambungan telepon. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan, Jumat (9/10/2026).
Sulitnya memperoleh konfirmasi disebut bukan hanya terjadi dalam kasus ini. Padahal, publik membutuhkan informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama mengenai kebijakan Dinas Kesehatan serta langkah instansi dalam menyikapi persoalan yang melibatkan tenaga kesehatan.
Keterbukaan komunikasi menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak bergantung pada spekulasi. Konfirmasi dari pihak berwenang juga diperlukan untuk memastikan keakuratan informasi yang beredar.
Sebelumnya, pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 13.00 wib, suami salah satu staf Puskesmas Robatal mendatangi ruang kepala puskesmas dengan didampingi anggota Polsek Robatal dan Bhabinkamtibmas.
Saat kejadian, Kepala Puskesmas Robatal berinisial B dan bidan berinisial AA berada di dalam ruangan tersebut. Keduanya kemudian dibawa ke Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan, polisi masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
“Masih dalam pendalaman dan pemeriksaan di Polres Sampang,” tegas Eko.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai dugaan perzinaan dalam peristiwa tersebut. Redaksi Republiku.com tetap membuka ruang bagi Kadinkes Sampang dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi demi memenuhi hak publik atas informasi yang akurat dan berimbang.


Tinggalkan Balasan