PAMEKASAN ll Republiku.com – Pemeriksaan skrining kesehatan terhadap warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sampang menemukan 6 orang positif TBC dari 420 warga yang diperiksa. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini sekaligus pencegahan penularan penyakit menular di lingkungan pengasuhan.
Lapas Kelas IIA Pamekasan 8 Positif dari 754 Warga Binaan
Sementara itu, pemeriksaan serupa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan mencatat angka yang lebih tinggi. Berdasarkan keterangan KPLP Taufik,”Rabu (30/9/2026) ,yang menanyakan langsung kepada dokter yang menangani ditemukan 8 orang dinyatakan positif TBC dari total 754 warga binaan yang mendiami lingkungan lembaga tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa kasus TBC tidak hanya terjadi di Rutan Sampang, melainkan juga ada di Lapas Pamekasan dengan jumlah penghuni yang jauh lebih besar. Temuan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan penanganan segera agar tidak menular ke warga binaan lain maupun petugas.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi apakah kedelapan warga binaan yang positif tersebut telah diisolasi atau mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Masyarakat berharap pihak Lapas segera mengambil langkah tegas untuk melindungi seluruh warga binaan dan petugas dari risiko penularan.
Temuan kasus TBC di kedua lembaga pemasyarakatan ini menjadi pengingat bahwa lingkungan dengan kepadatan tinggi memerlukan pengawasan kesehatan yang ketat dan berkelanjutan. Deteksi dini, isolasi segera, serta pengobatan yang tuntas adalah kunci untuk memutus rantai penularan penyakit menular ini.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat memberikan keterangan yang transparan dan lengkap terkait penanganan kasus-kasus tersebut, serta memastikan bahwa skrining kesehatan dilakukan secara berkala dan menyeluruh demi keselamatan semua pihak.Ujarnya


Tinggalkan Balasan