SAMPANG II Republiku.com — Keluhan masyarakat terhadap aktivitas dump truk bermuatan pasir dan batu (sirtu) di wilayah perkotaan Sampang, Madura, Jawa Timur, belum juga mereda. Bahkan, kendaraan yang dinilai melaju ugal-ugalan disebut semakin sering terlihat dan memicu keresahan pengguna jalan.

Sejumlah dump truk masih terlihat melintas tanpa menutup muatan dengan terpal. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat material berjatuhan atau beterbangan dan membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.

Salah seorang pengendara, Fandi, mengatakan persoalan tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan.

Ia mengaku pada Kamis (17/9) melihat dump truk bermuatan sirtu melintas di Jalan Bahagia, Kelurahan Rongtengah. Sehari kemudian, Jumat (18/9), kendaraan serupa kembali terlihat berseliweran di Jalan Raya Agung Suprapto, tepat di lampu merah depan Pos Lantas Barisan Sampang.

“Kalau seperti ini dibiarkan, masyarakat semakin resah. Dump truk yang melaju ugal-ugalan justru semakin banyak,” keluh Fandi kepada Republiku.com.

Menurutnya, kendaraan bertonase besar harus mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta memastikan muatannya tertutup dengan baik.

“Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan tindakan. Jalan ini digunakan masyarakat, termasuk anak-anak dan orang tua,” tegasnya.

Fandi meminta kepada aparat untuk meningkatkan pengawasan dan menindak tegas kendaraan angkutan material yang terbukti melanggar atau membahayakan pengguna jalan.

“Kalau memang melanggar, seharusnya ditindak sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat terus mengeluh, sementara kendaraan seperti itu semakin banyak,” katanya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Sampang AKP Sulaiman menyatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

“Kami akan segera tindak lanjuti,” singkatnya.

Warga berharap respons tersebut segera diwujudkan melalui pengawasan dan penindakan di lapangan, sehingga keselamatan pengguna jalan tidak menjadi taruhan akibat aktivitas kendaraan angkutan material.