PAMEKASAN — Republiku.com Sebuah harapan baru tumbuh subur di lahan pertanian Lapas Kelas IIA Pamekasan. Digelar kegiatan Petik Buah Perdana, hasil kerja sama bidang pertanian hortikultura yang menanam ribuan tanaman mulai dari 4.400 pohon semangka golden, semangka holden, jagung, tomat, hingga labu antara CV Ayunda Sejahtera bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan. Sebuah kolaborasi yang tak sekadar memanen hasil bumi, melainkan memanen kembali masa depan warga binaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat dan tokoh penting, yakni Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jatim: Kusnali, A.Md.I.P., S.Sos., M.H. Kadis Ketahanan Pangan & Pertanian: Almara Sugandi, S.T. Kadis Koperasi, UMKM & Tenaga Kerja: Moh. Alwi, S.Sos., M.Si. Rektor Universitas Madura Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M. Direktur CV Ayunda Permata Sejahtera (diwakili Samhari) Founder Bani Insan Peduli Ali Zainal Abidin Kepala UPT Pemasyarakatan & Imigrasi Korwil Madura, serta jajaran pegawai Lapas Kelas IIA Pamekasan.
Manager Eksternal CV Ayunda Sejahtera, Samhari, hadir langsung dan menyampaikan makna mendalam di balik kemitraan ini. Ia menegaskan, kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa warga binaan berhak mendapat kesempatan kedua untuk berubah dan mandiri.
“Kebutuhan utama dari kerja sama antara CV Ayunda Sejahtera perusahaan rokok binaan Bea Cukai Pamekasan dengan Lapas IIA Pamekasan adalah pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas, yang dikerjasamakan dengan Kelompok Tani Sanren Pamekasan Keren, melibatkan warga binaan yang masa hukumannya hampir habis dan akan segera kembali ke masyarakat,” ungkap Samhari.
Dalam kemitraan ini, CV Ayunda Sejahtera berperan sebagai pendukung utama, menyediakan sarana, prasarana, hingga modal usaha. Sementara warga binaan dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan dari menanam, merawat, hingga memanen didampingi dan dibimbing oleh para petani berpengalaman dari Kelompok Tani Sanren.
“Kami berharap ini menjadi program yang tepat guna sekaligus berhasil guna. Bukan sekadar berjalan, tapi benar-benar menghasilkan manfaat nyata. Hasil yang paling berharga adalah ketika warga binaan ini nanti bebas, mereka pulang membawa keterampilan nyata bukan sekadar tangan kosong,” tegasnya.
Melalui pendampingan dan alih teknologi pertanian, warga binaan diajarkan secara langsung mulai dari teknik memilih benih, cara pemupukan yang tepat, hingga perawatan tanaman hortikultura. Keterampilan ini menjadi bekal berharga agar mereka mandiri dan siap bekerja saat kembali ke tengah masyarakat.
Samhari juga menyampaikan rencana pengembangan yang lebih besar ke depannya.
“Panen perdana ini menjadi rujukan awal. Mohon doanya, ke depan kami akan membuka lahan baru tidak hanya pertanian, tetapi juga peternakan kambing di area belakang Lapas. Insyaallah berjalan lancar.”
Lebih dari sekadar hasil panen, program ini bermaksud mengubah pandangan masyarakat terhadap warga binaan.
“Dulu mungkin mereka dianggap sampah masyarakat. Tapi di sini, label itu berubah. Mereka dibentuk menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat. Inilah makna sesungguhnya dari pemasyarakatan membangun kembali harapan dan masa depan.”
Kegiatan petik buah perdana ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia usaha, lembaga pemasyarakatan, dan kelompok tani mampu melahirkan solusi sosial yang berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi warga binaan untuk kembali membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat.ujarnya


Tinggalkan Balasan