BANGKALAN,Republiku.com – Ratusan warga dan para tokoh agama memadati kawasan Pasocen, Desa Pandan Lanjang, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis (21/8/2026). Mereka hadir dalam rangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul (peringatan wafat) Sunan Pasocen, seorang tokoh ulama keturunan dari Sunan Giri yang secara istiqomah digelar setiap tahun oleh masyarakat setempat.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini menghabiskan dana sebesar Rp43.000.000 (empat puluh tiga juta rupiah). Dana tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, hingga Madura. Hal itu disampaikan oleh Ustaz Syamsuri selaku perwakilan panitia dalam sambutannya.

Peringatan tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya sejumlah pengasuh pondok pesantren dan masyayikh (para kyai) ternama. Di antaranya adalah KH. Muslih Adnan dari Pamekasan, KH. Abd Malik Sanusi dari Bondowoso, dan KH. Abdulloh Chon Tobroni dari Bangkalan, beserta keluarga besar dari Pondok Pesantren Darul Mannan.

Dalam ceramahnya, KH. Abd Malik Sanusi menyampaikan pesan kepada seluruh jamaah agar senantiasa melantunkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan terus menjaga kerukunan antarwarga. Sementara itu, KH. Abdulloh Chon Tobroni dalam tausiyahnya menjelaskan tiga indikasi kuat seseorang dapat dikatakan mencintai Nabi Muhammad SAW. Pertama, selalu berkata jujur; kedua, menjaga amanat; dan ketiga, selalu rukun serta berbuat baik kepada tetangga.

Para warga setempat berharap, kegiatan rutin tahunan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat. Mereka berdoa agar senantiasa diberikan kerukunan, keguyuban, kekompakan, serta keberkahan dari Sohibul Haul (tuan rumah peringatan haul), yakni Sunan Pasocen.

Acara puncak peringatan Maulid dan Haul tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para kyai, berlangsung secara hikmat dan khusyuk, menciptakan suasana religius yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.