SAMPANG II Republiku.com, — Keluhan air sumur milik warga di sekitar SPPG Rahmatan Lil Alamin, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, viral di media sosial. Pemicunya disebut karena adanya keterlambatan pemberian kompensasi sebesar Rp260 ribu dari pihak mitra dapur.

Darwis, pemilik sumur, mengaku sudah puluhan tahun menggunakan air sumur tersebut. Namun sejak ada kebocoran pipa pembuangan di area SPPG, air sumurnya berubah menjadi hitam, berbusa, dan berbau.

“ Karena kompensasi Rp260 ribu itu tidak kunjung ada kejelasan, saya kesal lalu merekam kondisi air sumur. Videonya saya sebar biar ada bukti,” ujar Darwis saat ditemui beberapa awak media, Selasa (11/8/2026).

Menurut Darwis, pihak SPPG sebenarnya sudah menunjukkan itikad baik. Beberapa kali sumurnya dikuras dan ia juga sempat diberi kompensasi untuk membeli air bersih selama sumur tidak bisa dipakai. Namun untuk sisa kompensasi Rp260 ribu belum ada kepastian kapan cair.

Menanggapi hal itu, Mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin, Iis Sugiarto, membenarkan adanya keterlambatan komunikasi. Ia menyebut permintaan ganti rugi Rp260 ribu tidak sampai ke dirinya sehingga pencairannya tertunda.

“ Bukan tidak mau ganti. Itu miskom di lapangan. Kalau sudah tahu, pasti langsung kami selesaikan,” jelas Iis.

Iis juga menjelaskan penyebab air sumur rusak bukan dari rembesan tanah, melainkan dari kebocoran pipa pembuangan air limbah dapur yang posisinya tepat di atas sumur warga. Pihaknya berjanji akan segera menguras sumur milik Darwis dan memperbaiki saluran pipa tersebut.

Kesepakatan pengurasan sumur itu disaksikan warga, tokoh masyarakat, dan Intel Koramil Tambelangan. Warga berharap setelah dikuras, kualitas air bisa kembali normal dan tidak ada lagi keterlambatan kompensasi di kemudian hari.