SAMPANG II Republiku.com, — Keluhan mengenai perubahan kondisi air sumur disampaikan seorang warga di sekitar SPPG Rahmatan Lil Alamin, di wilayah Kecamtan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur.

Dalam rekaman video yang diterima awak media, warga memperlihatkan kondisi air sumur yang disebut mengalami perubahan dan tidak lagi seperti sebelumnya.

Dalam video tersebut, warga menyampaikan keresahannya terkait kondisi air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kebutuhan rumah tangga disebut kini mengalami perubahan warna, disertai busa dan bau yang tidak sedap.

Salah seorang warga, Darwis mengaku kondisi itu membuatnya resah. Pasalnya, sumur tersebut telah digunakan selama kurang lebih 30 tahun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan sebelumnya tidak pernah mengalami persoalan serupa.

“ Selama sekitar 30 tahun sumur saya baik-baik saja. Tapi setelah ada Dapur tersebut, airnya berubah kehitaman dan berbusa. Untuk mencuci saja sudah tidak lagi nyaman, apalagi untuk mandi dan dikonsumsi, baunya sangat tidak enak,” ujar Darwis, dikutip dari salah satu media online di Sampang.

Perubahan kondisi air tersebut kini berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Darwis mengaku tidak lagi nyaman menggunakan air sumur sehingga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“ Saya akhirnya harus membeli air tangki sendiri karena air sumur sudah tidak bisa digunakan seperti sebelumnya,” keluhnya.

Keluhan tersebut sebelumnya telah dibicarakan secara kekeluargaan. Pertemuan antara warga dengan pihak mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin disebut berlangsung pada 6 Agustus 2026 untuk membahas persoalan air sumur yang dikeluhkan warga.

Dalam pertemuan itu, pihak mitra menyampaikan kesediaan memberikan tanggung jawab apabila terdapat warga yang mengalami kerugian akibat persoalan tersebut. Pertemuan berlangsung dengan disaksikan warga dan Intel Koramil Tambelangan, namun hingga sekarang masih belum ada kepastian.

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pertemuan. Mereka juga meminta adanya pemeriksaan terhadap kualitas air untuk mengetahui secara pasti kandungan serta penyebab perubahan warna, bau, dan munculnya busa pada sumur warga.

Menanggapi hal itu, Mitra SPPG Rahmatan Lil Alamin, Iis Sugiarto, memberikan klarifikasi. Ia menyebut perubahan kondisi tersebut disebabkan adanya kebocoran pipa dan mengatakan persoalan tersebut telah diperbaiki.

“ Iya Mas, itu karena sudah saya kasih kompensasi Mas. Penyebab adanya kebocoran pipa Mas. Sudah kami atasi,” singkat, Iis Sugiarto saat dikonfirmasi, Republiku.com, Selasa (11/8/2026).