SAMPANG II Republiku.com, — Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan Nasional, Desa Tadden, Kecamatan Camplong, Sampang Madura, kembali memakan korban. Seorang remaja diduga mengalami kecelakaan tabrak lari saat melintas di jalan yang gelap pada Minggu malam (15/2/2026).

Menurut keterangan saksi pengendara lain mengungkapkan, betapa mencekamnya suasana saat kecelakaan terjadi. Karena kondisi yang sangat gelap, warga dan pengendara lain tidak menyadari adanya korban berinisial TH (19), yang tergeletak di bahu jalan tak lama setelah benturan keras terjadi.

” Saya melihat korban TH yang tergeletak di pinggir jalan, tapi saya ragu untuk mendekat karena suasananya sangat gelap dan sepi. Kejadiannya begitu cepat dan tidak ada yang tahu pasti bagaimana kronologi kecelakaan tersebut, karena lampu jalan mati total,” ujar pengendara lain yang melintas saat waktu kejadian. Kesaksian ini mempertegas bahwa kondisi gelap di ruas jalan Nasional itu telah menghambat upaya penyelamatan cepat bagi korban laka tersebut.

Sementara itu, warga setempat Mahrus menjelaskan, bahwa terjadinya kecelakaan tersebut diduga akibat adanya tabrak lari. Karena menurutnya, saat warga hendak menolong korban, TH ditemukan sudah meninggal dunia dan ditemukan adanya serpihan /pecahan onderdil minibus di TKP.

” Korban yang diketahui masih remaja berinisial TH tersebut ditemukan sudah meninggal dunia, diduga karena lambatnya upaya penyelamatan,” tegasnya, kepada Republiku.com, Selasa (17/2/2026).

Warga menilai, kurangnya penerangan di jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. Mereka berharap pemerintah daerah segera memperhatikan dan memperbaiki lampu PJU yang mati agar tidak ada lagi korban yang jatuh.

” Ruas jalan yang memang sudah lama dikeluhkan masyarakat karena adanya beberapa lampu PJU yang mati, hingga kondisi jalan pun gelap gulita membuat pengendara sulit melihat jalur dengan jelas, apalagi pada saat malam hari.” Kata Mahrus.

Hingga berita ini ditulis dan disiarkan, pihak pemerintah desa maupun pihak-pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kapan pemasangan PJU akan dilakukan. Namun, warga menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi agar jalan tersebut segera mendapat penerangan yang layak demi keselamatan bersama.