SAMPANG II Republiku.com, — Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang melakukan pemanggilan terhadap kepala sekolah dan guru pasca ramainya pemberitaan dan sempat viral di media sosial, memperlihatkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuporo Timur 1, Kedungdung, tetap mendapatkan jatah MBG, meskipun tidak ada proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Sampang, H. Nor Alam mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap semua guru beserta kepala sekolah SDN Batuporo Timur 1 untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban atas permasalahan tersebut.

Pemanggilan dan pertemuan di ruang aula mini kantor Disdik Sampang itu dihadiri beberapa petinggi Disdik, Kepala Inspektorat Kabupaten Sampang Ariwibowo Sulistyo, serta Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Sudarmanta.

Berdasarkan penjelasan guru maupun kepsek, “aktivitas proses belajar mengajar di SDN Batuporo Timur 1 hanya ada diwaktu hari Jum’at saja,” jelasnya kepada Republiku.com, Rabu (21/1/2026).

Nor Alam menjelaskan, dalam sepekan, siswa lebih memilih datang ke sekolah madrasah /MIs, dan setiap hari Jum’at, kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kehadiran guru lengkap sebanyak tujuh orang. Sementara di luar hari tersebut, guru tetap masuk ke sekolah, namun tidak terdapat aktivitas pembelajaran karena keterbatasan jumlah siswa.

“ Setiap hari Jum’at pembelajaran berjalan normal. Di hari lain guru tetap masuk, tetapi tidak ada proses belajar mengajar,” kata Nor Alam.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak lama, semenjak dampak lanjutan pasca pandemi COVID-19. Setelah masa pandemi, sebagian besar siswa memilih melanjutkan pendidikan ke madrasah ibtidaiyah (MIs), sehingga jumlah peserta didik di sekolah dasar tersebut semakin berkurang.

Terkait minimnya siswa di SDN Batuporo Timur 1, Nor Alam menegaskan bahwa hal itu merupakan pilihan orang tua dan wali murid. Menurutnya, tidak ditemukan adanya unsur paksaan atau tekanan dalam menentukan jalur pendidikan. “Karena pilihan sekolah sepenuhnya berada di tangan orang tua,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang akan melakukan penyandingan data siswa dengan Kementerian Agama. Orang tua dan wali murid akan diminta menentukan secara tegas pilihan pendidikan anak, apakah tetap di sekolah dasar atau beralih ke madrasah.

Nor Alam menyebutkan, apabila mayoritas orang tua memilih madrasah, maka SDN Batuporo Timur 1 akan ditutup secara resmi. Seluruh guru akan dipindahkan ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik.

Selain itu, Nor Alam juga menjelaskan terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bantuan tersebut tetap disalurkan setiap hari sesuai jumlah siswa yang tercatat secara resmi. Karena sebagian siswa bersekolah di madrasah, penyaluran MBG dilakukan saat siswa pulang dari madrasah yang melintas di depan sekolah. Sementara sisa bantuan dibagikan kepada warga sekitar agar tidak terbuang.

Nor Alam memastikan data siswa SDN Batuporo Timur 1 telah diverifikasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan tercatat dalam sistem Dapodik.

Sementara terkait penggunaan smart panel dan konsumsi listrik yang bersumber dari dana BOS, pihaknya akan meminta klarifikasi lanjutan dari sekolah untuk memastikan pemanfaatan fasilitas sesuai ketentuan.