SUMENEP, Terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terus berupaya menciptakan ruang yang lebih luas bagi para seniman disabilitas.
Kali ini, mereka menggandeng Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep untuk memberikan wadah bagi para seniman difabel agar dapat terus berkarya tanpa keterbatasan.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh Iksan, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa para seniman disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk menampilkan karya mereka kepada masyarakat luas.
“Kami di Disbudporapar akan melakukan kolaborasi dan sinergi dengan Dinas Sosial agar para disabilitas yang aktif dalam dunia kesenian dapat disediakan wadah untuk berkreasi seluas mungkin,” ujar Iksan dalam gelaran Pameran Lukisan di Pendopo Keraton Sumenep, Jumat (07/02/2025).
Menurutnya, seni adalah bagian penting dalam membangun kebudayaan yang inklusif. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa semua masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, tetap mendapatkan dukungan untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat mereka.
Dalam perencanaan program ini, Disbudporapar dan Dinsos akan mengadakan berbagai pelatihan, pameran, serta memberikan dukungan bagi seniman disabilitas agar mereka memiliki wadah yang lebih luas untuk menampilkan karyanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengkaji kemungkinan untuk memberikan bantuan pendanaan bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha di bidang seni.
Tak hanya itu, Iksan juga mengungkapkan bahwa Sumenep memiliki National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), organisasi yang membina atlet olahraga disabilitas. Setiap tahunnya, NPCI mendapatkan dana hibah sekitar Rp 25 juta untuk mendukung pembinaan para atlet.
“Kami ingin memberikan perhatian yang sama kepada seniman disabilitas, sebagaimana yang telah dilakukan terhadap atlet NPCI. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak seniman berbakat dari kalangan disabilitas yang bisa dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Iksan.
Salah satu upaya nyata dalam mendukung seniman disabilitas adalah melalui penyelenggaraan pameran seni yang melibatkan mereka. Gelaran Pameran Lukisan di Pendopo Keraton Sumenep menjadi salah satu contoh bagaimana Disbudporapar memberikan ruang bagi seniman disabilitas untuk memamerkan karyanya.
Kolaborasi antara Disbudporapar dan Dinsos Sumenep dalam memberikan ruang bagi seniman disabilitas merupakan langkah maju dalam menciptakan inklusivitas di dunia seni dan budaya.
Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak seniman disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk menampilkan bakatnya tanpa batasan.
Melalui berbagai pameran, pelatihan, dan bantuan yang dirancang khusus, para seniman disabilitas kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan dikenal lebih luas.
Langkah ini juga membuktikan bahwa seni adalah sarana ekspresi yang dapat dinikmati oleh semua orang, tanpa terkecuali.

