Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/republiku.com/wp-content/themes/republikwp-1/inc/shortcode-related.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/republiku.com/wp-content/themes/republikwp-1/inc/shortcode-related.php on line 56

SUMENEP, Terbitan.com – Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Rutan Sumenep, sebuah cerita baru sedang ditulis oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kisah yang penuh inspirasi ini dimulai ketika mereka melibatkan diri dalam program penanaman padi di lahan rutan, Selasa (28/1/2025). Tidak hanya sekadar aktivitas bercocok tanam, inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Kepala Rutan Sumenep, Ridwan Susilo, menegaskan bahwa program ini bukan hanya bertujuan memanfaatkan lahan produktif, tetapi juga menjadi medium pembinaan bagi para WBP.

“Kami ingin membuktikan bahwa pemasyarakatan bukan sekadar hukuman, tetapi juga pemberdayaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan dapat belajar dan berkembang untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Program ini melibatkan WBP dalam semua tahap pertanian, mulai dari pengolahan tanah hingga pemeliharaan tanaman. Dengan dukungan penuh dari petugas pembinaan, mereka diberikan pelatihan intensif tentang teknik bertani yang modern dan berkelanjutan.

“Awalnya kami ragu, karena ini sesuatu yang baru bagi sebagian besar WBP. Namun, mereka menunjukkan antusiasme yang luar biasa, terutama ketika menyadari bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi mereka secara langsung,” katanya.

WBP yang terlibat mengaku senang mendapatkan pengalaman baru.

“Saya dulu tidak pernah bertani. Sekarang, saya jadi tahu cara menanam padi dengan benar. Ilmu ini akan saya gunakan nanti kalau sudah bebas,” kata, salah satu WBP yang berpartisipasi.

Program ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kepala Rutan Sumenep menjelaskan bahwa hasil panen akan dimanfaatkan secara mandiri oleh rutan, sekaligus mendukung kebutuhan pangan para warga binaan.

“Jika program ini berhasil, kami tidak hanya membantu rutan menjadi lebih mandiri secara pangan, tetapi juga menciptakan dampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional,” tambah Ridwan.

Menurut data, program ini telah melibatkan puluhan WBP yang secara bergantian menjalani pelatihan. Mereka tidak hanya dilatih untuk bercocok tanam, tetapi juga diajarkan bagaimana mengelola hasil panen secara efisien.

Bagi Rutan Sumenep, program ini lebih dari sekadar aktivitas bertani. Ini adalah bagian dari upaya rehabilitasi yang berfokus pada pemberdayaan.

“Kegiatan ini mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama tim kepada warga binaan. Nilai-nilai ini sangat penting saat mereka kembali ke masyarakat,” jelas Ridwan.

Ia menambahkan, Kami berharap mereka tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu memanfaatkan pengalaman ini untuk membangun kehidupan baru yang lebih baik setelah selesai menjalani hukuman.

Bagi pemerintah, inisiatif ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan dapat menjadi bagian dari solusi nasional. Dengan melibatkan WBP dalam kegiatan produktif, mereka diberi kesempatan untuk berkontribusi secara positif.

Keberhasilan program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Rutan Sumenep berencana memperluas program ini dengan menambah jenis tanaman dan meningkatkan kualitas pelatihan.

“Kami berupaya memaksimalkan potensi lahan yang ada. Jika memungkinkan, kami akan mengembangkan diversifikasi tanaman seperti sayuran dan buah-buahan,” kata Ridwan.

WBP juga diajarkan bagaimana memasarkan hasil panen, memberikan mereka bekal kewirausahaan yang penting untuk masa depan.

Bagi WBP, program ini tidak hanya membawa perubahan secara teknis, tetapi juga emosional. Banyak di antara mereka yang merasa lebih dihargai dan memiliki tujuan baru.

“Awalnya saya merasa tidak ada harapan di sini. Tapi, setelah ikut program ini, saya sadar masih ada hal positif yang bisa saya lakukan. Saya ingin memulai hidup baru setelah bebas,” imbuhnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Budi, yang berharap program ini terus berlanjut.

“Program ini sangat membantu kami. Tidak hanya mendapat keterampilan, tapi juga rasa percaya diri,” ujarnya.

Rutan Sumenep telah menunjukkan bahwa pembinaan tidak harus terbatas pada kegiatan di dalam ruangan. Dengan pendekatan yang tepat, warga binaan dapat diberdayakan untuk berkontribusi pada masyarakat sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

“Ini adalah bukti bahwa rutan bukan hanya tempat hukuman, tetapi juga tempat untuk pulih dan berkembang,” kata Ridwan menutup keterangannya.

Dengan langkah kecil namun penuh makna ini, Rutan Sumenep tidak hanya menciptakan perubahan di dalam, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi pada bangsa.