SANANA,Terbitan.com || Masyarakat Desa Lekokadai, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara mengeluhkan ketiadaan titik penyaluran minyak tanah di wilayah mereka
Menurut, informasi bahwa pemerintah daerah (Pemda) sudah berupaya untuk mendapat minyak tanah ekstra doping 10 ton saat jelang natal 2024 dan tahun baru 2025 kemarin
“Namun sampai saat ini belum juga tersalur, “keluh sejumlah pemerintah Desa Lekokadi kepada media ini, Minggu (12/1/25)
Suri Pandu selaku Kasi Pelayanan Desa Lekokadi menyampaikan bahwa selama ini minyak tanah sangat sulit di desanya, kalau ada harga Rp 9 Ribu hingga Rp 10 ribu per liter, harganya bervariasi
“Untuk itu, ia berharap semoga pemerintah membuka mata terkait masalah ini. Kami merasa tidak adanya keadilan yang merata,” ujarnya
Ketiadaan titik penyaluran minyak tanah ini dinilai sangat menyulitkan masyarakat yang bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain jarak yang jauh, warga juga harus menghadapi antrean panjang di pusat Kecamatan Mangoli Barat, yang menjadi satu-satunya lokasi pelayanan terdekat, “tindasnya
Sementara itu, Pjs Desa Lekokadi, Nurlinda dan warga lainnya berharap agar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya dinas terkait, dapat segera menangani permasalahan ini. Penambahan titik penyaluran minyak tanah di Desa Lekokadai menjadi solusi yang diharapkan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar tersebut.
Masalah ini menyoroti pentingnya pemerataan pelayanan publik, terutama untuk masyarakat di wilayah yang terpencil. “Kami sangat berharap pemerintah mendengar suara kami dan memberikan solusi secepatnya,” ujarnya
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag dan UKM), Kepulauan Sula Djena Tidore saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App…di..nomor 0852-1251-xxxx, namun tidak balas,hingga berita ini ditayangkan. {}


Tinggalkan Balasan