Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/republiku.com/wp-content/themes/republikwp-1/inc/shortcode-related.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/terbitan/republiku.com/wp-content/themes/republikwp-1/inc/shortcode-related.php on line 56

SUMENEP, Terbitan.com – Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, membantah tegas tudingan yang mencuat di pemberitaan media online yang menyebut dirinya terlibat dalam praktik jual beli bahan bakar minyak (BBM) ilegal serta penyalahgunaan dana desa. Menurut Joni, informasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Tudingan itu sama sekali tidak benar. Saya tegaskan, tidak ada aktivitas jual beli BBM ilegal yang melibatkan saya atau perangkat desa,” ujar Joni Junaidi, Minggu (5/1/2025).

Mengenai tuduhan penyalahgunaan dana desa terkait proyek perbaikan jalan menuju Pelabuhan Paving, Joni menjelaskan bahwa perbaikan tersebut dilakukan atas desakan warga setempat. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah dan sering terendam air hingga setinggi lutut membuat warga kesulitan beraktivitas.

“Karena kebutuhan mendesak, saya memutuskan untuk meminjam dana dari donatur. Perbaikan itu tidak menggunakan anggaran desa tahun 2022 karena anggaran sudah habis. Kami meminjam Rp20 juta untuk Pelabuhan Paving,” jelasnya.

Selain itu, perbaikan jalan di depan SD Sapeken juga dilakukan dengan dana pinjaman sebesar Rp70 juta. Total pinjaman dari donatur sebesar Rp90 juta tersebut, kata Joni, telah dianggarkan dalam APBDes tahun 2023 untuk pelunasan.

Menanggapi perbedaan nilai anggaran yang tercantum pada prasasti proyek, Joni mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pendamping desa, lanjutnya, menyarankan agar kedua proyek digabung dalam satu RAB untuk mempermudah proses administrasi.

“Kesalahan ini murni teknis dan tidak ada unsur kesengajaan. Biaya dua lokasi itu tetap Rp90 juta,” tegasnya.

Menanggapi isu keterlibatannya dalam bisnis BBM ilegal, Joni Junaidi mengajak pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut untuk datang langsung ke Sapeken guna memverifikasi kebenaran informasi.

“Kalau tidak tahu pasti, lebih baik datang langsung ke lokasi. Jangan asal memberitakan tanpa fakta,” tegasnya.

Joni menegaskan komitmennya untuk terus bekerja demi kepentingan masyarakat Sapeken dan meminta semua pihak agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.